14 Februari 2024

787 136 143
                                        

|| Day 14 | E-Jazzy ||

Tema:
Buatlah tokoh cerita kalian sedang pdkt dengan crush-nya sesuai dengan love language kalian masing-masing

Coba tebak love language-nya si MC dan crush-nya apa sebelum ceritanya habis. Antara physical touch, quality time, words of affirmation, act of service, receiving gifts

Yang curang pake ngintip ke author note duluan sebelum selesai baca, saya sumpahin besok tengah jalan ketemu meng oren yang punya love language "physical attack"

|| 4962 Words ||

|| RavAges - Cerita Lepas ||

Warning:
Disturbing Content for Mature Audience
This piece of fiction contains strong language, abuse, assault, and unusual humor which is unsuitable for children

Warning:Disturbing Content for Mature AudienceThis piece of fiction contains strong language, abuse, assault, and unusual humor which is unsuitable for children

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bungker bawah tanah itu ternyata benar-benar terletak di bawah tanah. Jalan masuknya bahkan harus lewat gorong-gorong—lubang galian besar yang dijejali pipa raksasa, becek, bau, lembap, dan tampaknya pernah jadi TKP pembunuhan berantai. Di ambangnya saja, aku bisa melihat bangkai tikus dan noda-noda yang kukhawatirkan adalah darah yang sudah mengering.

Raios sudah jalan duluan di depan. Jangankan menunggu, dia bahkan tidak menoleh.

Aku berpaling sebentar dan menatap hutan Garis Merah. Aku bahkan tidak mampu mempertimbangkan kesempatanku kabur darinya. Tempat ini asing dan aku sudah tidak punya siapa-siapa. Untuk sampai ke sini pun, realita menamparku berkali-kali—takkan ada Fervent yang mau menolong sukarela dan tidak ada manusia normal yang peduli. Aku benar-benar hanya punya Raios sekarang.

Saat kami menyusup ke kapal NC, Raios harus tetap menyandera tiga orang awak kapalnya sampai kami berhasil menyeberang. Di sarang Teleporter, cuma ada Neil yang benar-benar berniat membantu—sisanya tidak waras. Bahkan, Neil hanya bisa meneleportasikan kami ke Kompleks 3 karena wilayah bungker ini belum masuk ke dalam lingkup penjelajahannya (Teleporter hanya mampu berteleportasi ke tempat yang mampu diingatnya). Sesampainya di Kompleks 3, Raios membantai satu tim Pemburu dan menyandera seorang anak hingga permintaannya untuk sebuah kendaraan dan akses ke Kompleks-kompleks terdekat dipenuhi. Begitu mendapatkan keinginannya, Raios hampir menghabisi semua yang terlibat supaya tidak ada saksi, termasuk anak kecil yang dia tawan—aku berhasil membujuknya untuk pergi saja dan meninggalkan anak itu di perbatasan. Hatiku hancur saat mendengar anak itu menangis sendirian di depan portal.

Akhirnya, kami sampai di Garis Merah yang berada di antara kawasan Kompleks 7 dan Kompleks 4. Begitu melihat lanskap tempat ini, kami pun sadar kami harus jalan kaki karena tidak ada kendaraan yang cocok untuk melewatinya. Mobil jip milik NC mungkin bisa saja mengarungi jalannya, tetapi aku menghentikannya sebelum Raios kepikiran untuk merampok NC lagi.

OracularTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang