03. When Two Devils Meet

4.1K 460 79
                                        

Kota ini jauh berubah dari saat terakhir Romero pernah membawa Jungkook kecil mengelilingi nya. Kota impian Jungkook untuk tempat tinggal dan meninggalkan Morrati yang menurutnya terlalu kecil dan ketinggalan.

Kini Banyak bangunan sudah berdiri kokoh di pinggiran kota Seoul. Tata letak infrastruktur nya Juga lebih tersusun. Jungkook memandangi jalanan kota Seoul dari dalam mobil nya yang di kendarai Leo.

Leo bertanya sebelumnya, adakah yang ingin ia kunjungi sebelum menuju mansion sang ayah. Jawaban nya tidak ada. Karena tidak ada tujuan Jungkook pulang ke kota ini kecuali memenangkan tender ratusan triliun itu.

Jalanan tidak begitu macet, namun tidak lapang juga untuk melakukan kebut-kebutan. Jungkook melihat ponsel di tangan nya, wanita itu yang sangat tidak disukai oleh Jungkook mengirimi nya pesan lagi. Entah apa yang ada dipikiran rekan bisnisnya hingga memberikan nomor ponsel Jungkook pada putri nya yang murahan itu.

Sekali lagi, Jungkook memblokir kontrak Rebecca dari ponsel nya, walau tetap ada saja cara wanita itu untuk dapat mengirimi Jungkook pesan singkat menjijikkan nya.

BRAKK.

Suara gubrakan terdengar cukup kuat. Jungkook terperanjat hingga menjatuhkan ponselnya. Bahkan, terdapat memar di dahi Jungkook karena benturan cukup keras yang ia dapatkan pada kursi kemudi Leo. Jungkook menatap tajam ke depan, membuat Leo ketakutan dan menelan saliva nya dengan sukar.

"Ma--maaf tuan, kau terluka? Ada mobil yang menyalip di depan kita padahal kondisi jalan sudah mulai padat"

"Mobil yang mana?"

"Itu tuan, Lamborghini merah"

Jungkook mengepal kuat tangan nya. Menatap mobil mewah itu tidak berhenti untuk menunjukkan rasa bersalah nya. Jungkook turun dari dalam mobil dan mengambil alih kemudi yang sedang Leo kendarai.

"Bajingan itu harus diberi pelajaran" ketus Jungkook pelan.

Suara desiran mobil Mercedes-Benz milik nya begitu lembut. Tidak sadar pemilik Lamborghini yang sedang menggaungkan suara seksi knalpot mobil nya bahwa ada yang sedang mengikuti dari belakang. Meliuk-liuk dengan tatapan marah nya, Jungkook menatap tajam ke arah mobil bewarna merah yang sedang berjalan angkuh di depan nya.

Suara klakson terdengar gaduh. Jungkook menekan klakson untuk membuat orang-orang bodoh itu menghindar dari jalannya. Jangan ada yang menghalangi kemarahan nya hari ini. Baru juga sampai, sudah disambut dengan hal yang membuat ia kesal setengah mati.

Jungkook semakin mempercepat lari mobil nya ketika jalanan sudah lapang dan tak ada halangan untuk mengejar mobil yang ada di depan nya. Semakin sepi, bukan semakin cepat ia melaju, Lamborghini itu justru memelankan mobil nya. Seolah kelakuan nya tadi hanya menunjukkan seberapa hebat dirinya.

CHIIITTT.

Suara mobil berdecit. Jungkook membelokkan arah mobil nya dan menghalangi laju Lamborghini merah. Jungkook menghela nafas nya kasar menunjukkan ketidaksukaan. Ia turun dari dalam mobil menggunakan pakaian serba hitam dengan kaca mata yang melindungi nya dari sinar mentari yang cerah.

Angkuh nya pria ini dapat dilihat dari jalan nya. Ia menatap lekat kaca mobil yang terlihat gelap. Ia gulung lengan jaket nya sampai batas siku menunjukkan betapa banyak tatto di tangan kanan nya.

Jungkook menggedor kaca jendela mobil itu. Tidak ada yang mau keluar membuat Jungkook marah dan lebih kuat menggedor kaca nya.

"Keluar" pinta Jungkook.

Leo hanya memandangi sang tuan dari belakang tubuh nya. Bersedia jika keadaan ini membahayakan satu-satunya pewaris Jeon Romero. Takut saja, banyak orang Korea yang sudah mengenali siapa pemimpin King's Scope sekarang dan berniat melakukan pelenyapan. Walau belum banyak yang tahu wajah generasi kedua King's Scope karena Jungkook baru pertama kali menginjakkan kaki di Korea setelah 16 tahun meninggalkan negara ini.

𝐑𝐞𝐝 𝐓𝐡𝐫𝐞𝐚𝐝 𝐎𝐟 𝐅𝐚𝐭𝐞 | 𝐋𝐢𝐳𝐤𝐨𝐨𝐤Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang