Entah kenapa mereka mengikuti ku seperti anak ayam yang mengikuti induknya pergi
"kalian ngapain ikutin aku sih!"ucapku
"adek nggak boleh ketus ngomongnya nggak baik."ucap jun
aku memutar bola mataku malas dan meninggalkan mereka
saat aku ingin ke kamar tanganku di tahan
"aleta dengerin bunda dulu nak."ucap teresa
"apa bun?alasan apa lagi yang bunda buat."ucapku
"adek dengerin bunda dulu sayang."ucap elang,"apa?."ucapku
"dady dan bunda dulu sepasang suami istri dan mempunyai 13 anak laki laki dan 1 anak perempuan,namun beberapa bulan dady dan bunda ada kesalahpahaman di antara kami dan kami bercerai kamu ikut bunda dan kakak dan abang kamu ikut dady,dady senang bunda jadi sekertaris dady dan bunda kamu memberi foto kamu dari kecil sampai besar kami senang kamu tumbuh dengan baik."ucap elang
"ha kalian cerai tanpa mencari tahu kesalahpahaman nya?aku kecewa sama bunda kenapa bunda sembunyikan semuanya sama aku?20 tahun bun kita hidup bersama kenapa bunda nggak cerita sama aku!apa nggak penting kah aku di hidup bunda?"ucapku
mereka mendengar ucapan aleta sakit hati mereka melihat aleta menahan tangisnya
"nggak aleta hiks hiks kamu berharga buat bunda nak."ucap teresa
"kalian mikir nggak sih pas mau cerai?kalian nggak mikir perasaan kami waktu itu?KALIAN NGGAK MIKIR ITU BERDAMPAK KE GUE DIMANA OTAK KALIAN WAKTU ITU?KALIAN PERCAYA DENGAN BUKTI PALSU TANPA MENCARI KEBENARANNYA!HIKS HIKS HIKS."ucapku
joshua ingin memeluk aleta ia langsung mundur dan pergi meninggalkan mereka
namun saat naik tangga tiba tiba tubuhnya oleng membuat hoshi dan woozi menahan tubuh adik kecilnya
"adek kamu pusing?mau abang antar ke kamar?"ucap woozi,aku menepis tangan mereka dan terkejutnya hoshi tak sengaja menyentuh pipi aleta
"adek kamu demam?ayo kita ke kamar,wonu cepat periksa adek demam."ucap hoshi,membuat mereka terkejut
"tidak perlu."ucapku dan secara bersamaan aku mimisan dan pingsan
"adek."ucap mereka bersamaan,dengan cepat hoshi mengendong aleta ke kamarnya dibuka pintu kamarnya oleh woozi dan wonwoo datang membawa tas kerjanya,ia memeriksa adik kecilnya
"gimana won keadaan aleta?"ucap teresa
"adek demam dan banyak pikiran itu membuat adek mimisan,wonu akan pasang infus untuk adek biar nggak dehidrasi."ucap wonwoo
"lakukan won."ucap elang
ia menganggukan kepalanya dan meng infus adik kecilnya dan memasang plester penurun demam di dahi adiknya dan mengecup pipi dan dahi aleta sayang
"cepat sembuh adik kecil kakak meng sama maru kangen kamu."ucap wonwoo
Aku membuka mataku melihat tangan kiri ku di infus dan dahi ku di pakai plester?aku langsung melepas plester demam namun tanganku di tahan
"adek kamu masih demam jangan di lepas."ucap minghao
"adek mam dulu yuk kak hao suapin."ucap minghao,aku menganggukan kepalaku dan bangun dari tidurku
minghao membantu adik kecilnya bersandar di tempat tidurnya
minghao dengan telaten menyuapi adik kecilnya
"udah."ucapku memalingkan wajahku,minghao menganggukan kepalanya melihat adik kecilnya menghabiskan setengah porsi bubur tak apa yang penting perut adik kecilnya terisi,ia pun memberikan obat dan segelas air untuk adik kecilnya
"adek udah minum obat bobok lagi ya biar cepat sembuh."ucap minghao
aku menganggukan kepalaku selesai minum obat aku tidur,minghao mengelus rambut aleta dengan lembut,melihat adik kecilnya tidur dengan nyenyak membuat ia tersenyum
"get well soon my little princess."ucap minghao mengecup pipi aleta,lalu keluar dari kamar aleta dengan pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Step Brother(seventeen)
General FictionAleta Chelsea Dirgantara biasa di panggil aleta ia tinggal bersama bundanya Teresa Putri Dirgantara,namun bundanya meminta izin kepadanya untuk menikah kembali dengan atasan bundanya bekerja dan parahnya lagi anak atasan bundanya memiliki 13 anak l...
