Pada saat lalu, Liam mendapatkan kabar mengejutkan dari ayahnya bahwa Noe menelepon dan memberitahukan keadaan kakeknya yang sedang kritis.
Ia tak membutuhkan waktu yang lama untuk menyusul ayah, ibu dan adik tirinya yang sudah berangkat lebih dulu.
Ketika berada di sana, dari balik ruang UGD itu. Ia melihat betapa rapuhnya Nao yang berjalan dari ruangan keluar. Isak tangisnya terdengar meski ia mencoba menahannya.
Tubuhnya lunglai saat berjalan, bahkan ia hampir terjatuh saat membuka pintu. Beruntungnya Liam langsung memeluknya.
Tapi Noe bahkan tak menyadari kehadirannya.
Sampai pada saat perawat tiba-tiba menyebutkan nama "Liam" mereka sangat terkejut mendengarnya.
"Kenapa, kenapa harus dia bukan aku?!" Jawab Noe.
Ayah Liam menenangkan gadis itu yang sudah dianggap putrinya sendiri itu.
Liam melihat kearah ayah. Ayah hanya mengangguk setuju saja.
Liam masuk dengan langkah kaki yang berat.
Ia melihat para dokter yang sudah pasrah dan menggeleng.
Perawat itu bilang kalau pasien menolak untuk dioperasi, disisa nafas terakhir kakek masih bisa tersenyum lembut melihat Liam yaang datang menemuinya.
"Liam... cucuku.... kau tau kau adalah cucu tersayang kakekmu...
Kurasa aku tahu kenapa dia menyayangimu...
Aku tidak punya banyak waktu Liam ...
Jika kau benar-benar mencintai cucuku.. aku merestuimu untuk menjadi suaminya... tapi jika tidak tolong angkat lah dia sebagai adik jagalah dia sampai ia bisa menopang dirinya sendiri...
Liam... aku menitipkan Nao... cucuku yang paling kusayangi.... tolong jaga dia menggantikan ku... " kakek.
"Baik kek, aku akan menjaga dia dan akan mempertaruhkan nyawaku untuknya... aku berjanji." Jawab Liam dengan nada berat dan meredam kesedihannya.
"Haha, akhirnya kakek tua ini bisa menyusul kakekmu.. juga sahabat karibku dengan tenang....
Terimakasih Liam...."
Kakek pun menutup matanya. Liam masih tidak percaya kalau kakek Noe sudah pergi. Beberapa minggu lalu bahkan mereka masih bersenda gurau di rumah kakek Noe. Liam tahu kalau kakek Noe adalah seorang yang baik yang tulus mencintai keluarganya.
Berbeda jauh dengannya dulu.
Liam ingat masa lalu kehidupan pertamanya.
Waktu kematian kakek Noe dengan penyakit yang sama. Namun situasi yang berbeda.
Situasi saat itu hujan deras.
Noe memberikannya pesan singkat, ia akan pulang ke tempat kakeknya. Karena situasi kritis kakeknya dibawa kerumah sakit.
Tetapi Liam langsung menelponnya, menyuruhnya mengantar berkas yang tertinggal untuk meeting dengan pimpinan perusahaan luar negeri.
Noe mengantar berkas itu, dengan keadaan basah kuyup dan alas kaki yang berbeda.
Melihat hal itu Liam sangat malu dan menyuruh Noe keluar, seperti layaknya seorang pengemis yang diusir.
Meskipun Noe sudah meminta maaf berulang kali, ia dibawa oleh sekuriti keluar dengan paksa.
Saat ia bilang Liam adalah suaminya, 2 sekuriti itu tertawa terkekeh melihat penampilan Noe yang acak-acakan.
Liam merekam kejadian itu semua dari atas jendela ruangan tempatnya rapat.
Gadis itu segera pergi setelah henghentikan mobil dan melaju entah kemana.
Bahkan tidak pulang sampai 3 hari. Ketika pulang Liam sudah siap memarahinya.
Tapi gadis itu pulang berpakaian serba hitam dan memegang foto masa kecil ia digendong kakeknya.
"Dari mana saja kau?!" Dengan raut wajah kesal dan marah Liam membentak Noe.
"Dari mana lagi... aku pulang kerumah karena kakek meninggal dan mengurus semua sendiri... ah tidak... ayah, ibu mertua dan Dany (adik tiri Liam) juga kesana...." ucap Noe bernada datar.
"Lalu bagaimana bisa kau tidak memberitahukan hal sepenting itu kepadaku...?!" Ucap Liam kaget.
"Bukankah kau sibuk mengurus perusahaanmu, dan menendang istrimu keluar. Bahkan ketika aku mencoba menelponmu malam itu setelah kakekku dikuburkan. Bukankah telpon itu diangkat oleh perempuan. Katanya kau lelah dan sudah tidur... jadi aku minta maaf sudah menelpon..."
Ucapan nao benar-benar membuat Liam terkejut. Ia tahu kelakuannya pada Noe sudah buruk sejak awal, namun bagaimana dia menjadi pria brengsek sejauh itu waktu itu.
.
.
.
.
Bersambung
18/12/25
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Bride
FantasyNoemi merasa seperti hidupnya terulang kembali dengan ingatan samar bersama suaminya Liam. Entah kenapa sejak pertemuannya dengan Liam yang membahas pernikan sampai tinggal serumah Liam yang di kenal Noemi selama ini 180° berbanding terbalik dengan...
