Hy readers... maaf ya baru up sekarang..
Sapa yang nunggu nih novel, coba komen di kolom komentar🙂
Oh iya ga ada, lupa🥹
Skip🗿
.
.
.
.
Happy reading🫠
.
.
.
.
.
"Kalau begitu...
Kalau begitu bisakah kau merahasiakan pernikahan kita, dari orang-orang di Universitas. Maksudku mungkin petinggi di sana cukup mengenalmu, tapi teman-teman atau dosen lainnya, itu dalam hal yang berbeda. Aku tak ingin hubungan kita menjadi masalah kedepannya...."
Liam terdiam, berfikir sejenak, menarik nafasnya.
"Baiklah..."
Ia berusaha menampakkan senyum tulusnya. Meskipun di dalam pikirannya banyak pertanyaan terlintas.
Segera setelah Liam mengizinkan Noemi, mereka mengurus pendaftaran masuk bersama-sama.
......
Noemi lebih memilih masuk pendaftaran jurusan melalui test jalur ke 2 bersama para mahasiswa, walaupun ia tahu Liam orang yang cukup berpengaruh.
Sejak pagi awan kelam dan angin dingin menyelimuti daerah kampus mereka.
Liam bahkan tampak lebih panik dari Noe. Terlihat jelas pada raut wajahnya yang ditutupi masker.
Ia tahu kondisi tubuh Noemi lemah dan suka drop tiba-tiba karena goncangan psikologis.
Meskipun tubuh noemi sudah di balut jacket tebal, tapi ia menyelimuti leher Noemi dengan syal yang tadinya mengitari lehernya.
"Pakai ini..." ucapnya singkat, khawatir.
Ia agak menunduk saat memakaikan syal itu ke leher Noemi.
Noemi mengelus pipinya lembut.
"Aku pergi..." ucapnya singkat. Wajahnya mengatakan untuk jangan terlalu mengkhawatirkan nya.
Liam hanya mengangguk.
Test itu berlangsung beberapa jam, Noemi kadang kelelahan mengerjakan soal test itu.
Membuat pandangannya menjadi kabur saat mengerjakan soal test. Tapi saat ia melihat syal Liam mengitari lehernya.
Ia berusaha untuk terjaga.
Menepuk-nepuk pipinya agar kesadarannya kembali dan kembali bersemangat.
Hujan mulai turun dengan lebat di pertengahan test, Noemi memikirkan Liam.
Apakah pria itu akan menunggunya di sana, atau dia sudah pergi ke kantor menyelesaikan pekerjaannya, dan menyuruh sopir untuk menjemputnya?!
Apa yang aku harapkan
Ucap batin kecil Noemi tiba-tiba merasa sedih. Seakan ia tahu Liam tak mungkin menunggunya.
Beberapa jam kemudian-
Test itu selesai dan Noemi berhasil menyelesaikannya. Ia melewati jalur yang sama ketika ia masuk tadi.
Pria jangkung yang tinggi itu memang tampak mencolok, di gerbang masuk gedung.
Tampak ia sedang menolak beberapa mahasiswi yang mengajaknya hang out, dengan tegas dan tak acuh mengabaikan mereka.
Nyut
Tiba-tiba dada Noemi terasa sakit, bukan karna dia cemburu pada para mahasiswi itu, tapi karena pria itu masih disana menunggunya.
Liam menoleh ke pintu masuk dan melihat Noemi sudah keluar dari sana, sedang diam mematung melihatnya.
Wajahnya seketika berseri, berlari ke arah Noemi dan memeluknya.
Perilakunya seketika menghempas para mahasiswi yang tadi berkerumun di sekitarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Bride
FantasíaNoemi merasa seperti hidupnya terulang kembali dengan ingatan samar bersama suaminya Liam. Entah kenapa sejak pertemuannya dengan Liam yang membahas pernikan sampai tinggal serumah Liam yang di kenal Noemi selama ini 180° berbanding terbalik dengan...
