Bi, bisakah kau merombak dress ini, menjadi beberapa bunga mawar..."
....
.
.
.
.
"Apa kau yakin Noe...?!"
"Yeah..."
"Tapi bukankah dress ini terlalu sayang kalau hanya di jadikan bunga..
Maksudku, kita bisa melakukan perombakan pada dressnya menyesuaikan ukuran tubuhmu Noe.."
"But i don't want it, aunty. Jika kau tak bisa melakukannya aku akan mencari penjahit lain di sekitar sini untuk menolongku..."
"Bukan begitu, aku hanya memikirkan kebaikanmu. Apa kau mempunyai dress lain untuk hari pernikanmu?!"
"Yeah ada, ini...". Sambil menunjukkan dress tua berwarna hitam.
"Tidak tunggu, bukankah ini dress ibumu yang sering kau pakai di hari perayaan tertentu. Apa kau yakin, Noe?!" Bibi penjahit itu khawatir.
"Tentu saja..." ucap gadis itu tersenyum penuh makna.
"Oh nak... mengapa kau memakai dress hitam untuk hari pernikahan mu...
Bukannkah hitam memiliki makna yang tidak baik.."
"Karena aku ingin saja
Ku harap bibi bisa merombak bagian bawahnya agar terlihat sedikit elegan...
Meskipun dress ini terlihat kuno, aku tak ingin mempermalukan diriku didepan tamu nanti...
Dan aku ingin memperlihatkan diriku dengan memakai dress ini, untuk mempertegas diriku dan hubungan kita tentunya (batin Noe)."
"Jika itu keputusanmu, bibi akan berusaha sebaik mungkin...
Memang pengantin jaman sekarang memakai selera warna yang sedikit mencolok dan tak lazim. Apakah itu trend sekarang?!"
"Ya... mungkin bi" lagi-lagi Noe tersenyum banyak makna.
"Bisakah aku mengambil ini kitaran seminggu lagi... karena besok aku akan pulang... tapi untuk hari ini aku akan membantu bibi merombak dress putih itu menjadi bunga... pasti indah kan ...
Aku tahu tangan bibi sangat terampil, aku harap aku bisa belajar merangkai bunga dari kain ini juga..."
"Kalau Noe berkata begitu, bibi juga jadi semangat dan akan berusaha semampunya,
Ayo perhatikan bagaimana cara bibi membuatnya, agar Noe juga paham..."
"Baiklah..."
Mereka pun mulai memotong dress itu menjadi beberapa bagian untuk di rangkai menjadi beberapa bunga.
Tapi di balik itu bibi tau Noe menyimpan kesedihan yang ia pendam sediri.
Tanpa terasa sudah jam 21.10 Noe konsentrasi mengikuti arahan bibi untuk belajar merangkai bunga dari perombak dress itu.
Tanpa sadar pintu rumah bibi di ketuk oleh seseorang.
"Sepertinya ada yang datang pada jam segini, siapa ya... padahal anak-anak dan sumaiku sudah di rumah..."
"Biarkan aku yang membukakan pintunya bi..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Bride
FantasíaNoemi merasa seperti hidupnya terulang kembali dengan ingatan samar bersama suaminya Liam. Entah kenapa sejak pertemuannya dengan Liam yang membahas pernikan sampai tinggal serumah Liam yang di kenal Noemi selama ini 180° berbanding terbalik dengan...
