Noemi bahkan sampai menarik lengan baju kakeknya dengan begitu kuat.
Bahkan raut wajahmu jelas menunjukkan kalau tak ingin bertemu.
Liam mendengus kesal, sorot matanya yang tajam dan alisnya yang tebal membuat Noe merinding ketakutan.
"Se...Seram..." batinnya.
"Hei nak... Tersenyumlah sedikit, apa pekerjaanmu kemarin terasa berat sampai kau mengerutkan kening..." Ayah Liam.
"Tidak juga..." Liam langsung mengambil inisiatif duduk di kursi kosong yang tersedia untuknya.
"Hanya saja aku heran, pada gadis kecil yang lupa padaku. Padahal dulu dia jelas pernah mengatakan pada ayah dan kakek kalau ingin menjadi istriku." Tuturnya.
Tentu saja itu membuat Noe heran, sejak kapan hal itu terjadi. Kenapa itu tak ada dalam ingatannya?!.
Apakah ia sekarang sudah jadi gadis yang pikun.
Kebedaan Liam yang intens mendominasi membuat nyali Noe semakin menciut.
.
.
.
.
.
Dalam suasana hati yang kacau untung saja kakek bisa mencairkan keadaan.
"Aku tak menyangka kalau Liam jadi setampan ini... Kau terliat seperti ayahmu saat dia masih muda..." kakek.
"Yah... bahkan kebiasaan buruk suka selingkuh juga turun dari dirinya..." ucap Liam dengan suara lirih sambil memandang ayahnya.
Ayahnya tau dengan gelagat dan ucapan yang dilontarkan anaknya, meskipun dengan nada lirih. Mengeraskan mukanya.
Faktanya orang yang ada di samping ayahnya adalah ibu tirinya, memaksa masuk merebut kasih sayang ayah untuk ibunya. Tentu saja Liam amat membencinya.
Tapi fakta adalah fakta
Pewaris tunggal perusahaan yang sedang naik daun itu, akan tetap jatuh ke tangan liam. Karena ibu tirinya hanya memiliki satu anak, hasil bawaan dari suami dahulu.
Lagi dia juga berhasil meminumkan obat pada tirinya lewat pembantu di rumah. Sehingga ibu tirinya kena penyakit yang mengharuskan operasi pengangkatan rahim.
Sekarang ibu tirinya tak ubah seperti pajangan yang menikmati kekayaan ayahnya.
....
Balik ke suasana mencekam itu
"Apa kau mengatakan sesuatu yang lain nak, maaf kakek ini sudah sedikit pikun..." ucap kakek sambil tersenyum khawatir.
"Tidak kok kek... Aku ingat dulu kakekku sangat menyayangiku, dia juga banyak bercerita tentang kakek. Terimakasih karena kakek sudah banyak berjasa ketika kakekku masih hidup, andai saja dia ada di sini dia pasti bahagia bisa berkumpul seperti ini... Benar kan ayah.." ucap Liam.
"Benar...." ucap ayah Liam tersenyum pahit bersama istrinya.
Lain halnya dengan pandangan Noe, ia bisa membaca mimik wajah Liam tersenyum palsu.
Layaknya aktor.
Mengapa ia harus bertemu pria berbahaya seperti ini...
Tanpa sadar Noe tertegun dengan ucapan Liam sambil mengerutkan keningnya.
Liam merasa gadis itu meliriknya, seakan angkuh...
Apa kau telah menyadari pesona dan wibawaku... batin Liam.
Tapi ketika melihat wajah gadis itu mengkerut, pandangannya berubah ikut terkejut.
Ia mengingat kata-kata apa yang ia ucapkan dan seketika langsung menyalahkan dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Bride
FantasyNoemi merasa seperti hidupnya terulang kembali dengan ingatan samar bersama suaminya Liam. Entah kenapa sejak pertemuannya dengan Liam yang membahas pernikan sampai tinggal serumah Liam yang di kenal Noemi selama ini 180° berbanding terbalik dengan...
