Yang ga suka skip hus hus🧹🍂
.
.
.
.
.
Menjelang terik, matahari yang mulai naik ke permukaan langit.
Namun awan tak menunjukkan persahabannya,
Mendung yang pekat tidak menghalangi Noemi yang sudah selesai membersihkan sampah dengan menyapu halaman rumah, ia kaget melihat sedan putih tiba-tiba berhenti di depan rumahnya.
Mobil itu terasa tak asing di pandangannya.
Seorang wanita keluar dengan pakaian santai, berkaos putih selaras dengan topinya, bercelana slebor berwarna biru lembut dengan tas branded berwarna hitam.
Ia membuka kacamata hitamnya dan melihat tajam gadis yang ada di depan matanya.
Melayangkan seutas senyum yang membuat sudut bibirnya sedikit terangkat.
"Disini cukup asri ya~, aku baru tahu kalau kau tinggal di gubuk seperti ini..."
Senyum Diana mengembang.
"Ah, apa pakaianmu memang seperti itu?!" Alis Diana agak naik turun dengan nada cemooh nya. Melihat Noe yang hanya memakai pakaian terusan berwarna cream bermotif bunga.
Noemi hanya menanggapi dengan santai.
"Setidaknya aku tak merasa terbebani dengan pakaian yang ku pakai sekarang, nona...
Karena nona sudah berkunjung ke gubuk ku, maukah nona singgah.... nona datang kemari pasti ada yang ingin dibicarakan kan..."
"Ha... tentu saja..." jawab wanita itu.
Diana melihat sekeliling, rumah yang cukup sederhana tak sebanding dengan rumah mewah miliknya.
Banyak foto menempel di dindin, memperlihatkan gadis itu dengan kakek tua.
Noe keluar dari dapurnya membawakan segelas teh dan cemilan.
"Maaf... hanya ini yang bisa ku sajikan untuk nona...."
Melihat gadis itu masih memperlihatkan senyum kesopanan pada wanita yang duduk dihadapannya, membuat Diana merasa jengkel.
"Bolehkah aku langsung saja... lagi pula tempat dan makanan yang kau sajikan tak cocok untukku."
Kali ini dia terang-terangan mencemooh gadis itu.
"Tentu saja..." balas gadis itu masih dengan senyum singkat di wajahnya.
Ia seraya tau apa yang akan diucapkan wanita itu.
"Aku dan Liam sudah bersama bahkan sebelum kau hadir.. bukan hanya pertemanan, kami juga sudah tidur bersama. Ja-" sebelum Diana melontarkan perkataannya, Noemi menyela.
"Jadi kenapa tidak menikah?! Bukankah orang yang saling mencintai harusnya menikah saja. Apalagi kalau sudah tidur bersama.". Ucap Noe santai.
"Situasi kami yang tidak mengizinkan kami untuk melangsungkan pernikahan. Ketahuilah Nona Noe, Liam hanya menikah denganmu agar ia mendapatkan sebagian saham milik ayahnya!
Sebelum bertemu denganmu bahkan ia mengatakan padaku untuk membuat pernikahan kontrak.
Menceraikanmu ketika waktunya tiba lalu menikahiku di waktu yang tepat."
Mendengar hal itu, Noe terdiam sejenak. Ia menelan ludah menahan rasa sakit hatinya mendengar kata-kata itu. Tapi berusaha tetap tenang.
"Bagus jika begitu, aku juga tidak perlu berusaha untuk memutus tali pernikahan ini nanti. Lalu kenapa nona Diana harus datang kemari...."
"Aku heran kenapa sikap Liam berubah drastis pada ku, apa kau sudah menggodanya dengan cara yang lebih licik?!" Diana terkekeh.
"Nona Diana, aku hanya gadis desa...
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Bride
FantasíaNoemi merasa seperti hidupnya terulang kembali dengan ingatan samar bersama suaminya Liam. Entah kenapa sejak pertemuannya dengan Liam yang membahas pernikan sampai tinggal serumah Liam yang di kenal Noemi selama ini 180° berbanding terbalik dengan...
