27. Ucapan penyesalan

371 20 2
                                        

Ini dimana?!

Ada ada seseorang yang memelukku saat ini?

Kenapa rasanya tubuhku sakit sekali, kepalaku juga.

Noemi sedikit membuka matanya.

Liam....

Kenapa dia membuat wajah panik seperti itu....

Sejak kapan Liam yang biasanya tenang dalam situasi apapun bisa terlihat sedih bahkan seperti akan menangis.

Ada apa... kenapa ini.

Apakah dia biasanya memang memelukku seerat ini...

Rasanya sakit dimana-mana...

Noemi mengedipkan matanya lalu ia berada di satu momen helihat dirinya terbujur tak berdaya di pangkuan Liam.

Persis seperti kejadian sebelumnya.

Ia hanya bisa menyaksikan pemandangan itu dengan shock, panic hingga ia tak bisa bicara apapun.

Pandangannya berubah gelap

Kemudian ia mendengar suara hatinya sendiri

"Liam, andai kata waktu bisa di putar kembali, aku memilih terlahir kembali dengan tak mengingat apapun. Agar rasa sakit dan penyesalanku tak sesedih ini."
Noemi

Tiba-tiba ia terbangun, malam telah datang. Sekeliling kamar itu tampak sunyi.

Namun ketakutannya begitu kuat. Ia berlari kecil sambil meneriakkan nama Liam dan mendapati pria itu sedang ada di ruang kanan bawah, di kamar yang sempat ia buka.

Ia membuka pintu yang sedikit terbuka itu perlahan. Dan berjalan masuk.

Karena serangan panik, kaki Noemi tak mampu menopang tubuhnya. Ia juga terduduk di depan Liam yang melihatnya.

Wajah gadis yang kini menjadi istrinya itu terlihat shock, panic dan sedih.

Liam langsung menyentuh pipi Noemi lembut.

"Benarkah ini dirimu?"

Pertanyaan itu membuat Noemi semakin heran dengan tingkah laku Liam tapi tangan besar yang menyentuh pipinya seakan menenangkannya.

"My bride, my wife, my sweet and kind heart....

Bagaimana kau bisa ada disini..."

Suara Liam begitu menyedihkan kali ini.

"Ak- maaf... aku barusan bermimpi aneh... dan sedikit menyeramkan... dan... dan aku sedikit takut. Makanya aku mencarimu...maaf..."

Noemi terpaksa menunjukkan sisi dirinya yang lemah di hadapan Liam.

"Apa yang kau mimpikan?!, apa kau baik-baik saja?!" Tanya Liam bernada lembut.

Noemi terdiam sejenak melihat tingkah laku Liam,  mungkin karena dia mabuk ia juga tidak sadar akan ucapannya.

Noemi mengangguk.

"Aku bermimpi, sepertinya kita berada di situasi yang kurang mengenakkan. Kau tau, di dalam mimpi kau memangku tubuhku erat, karena sepertinya aku tertabrak truk..."

Liam kaget mendengar perkataan itu.

Ia memarik kembali tangannya yang menyentuh pipi Noemi tadi.

Jelas kali tangan itu tampak bergetar bahkan ketika Liam mencoba mengepalkan untuk menghentikan getarannya.

Sweet BrideTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang