Gelas yang dipegang Liam seketika pecah dan hancur berantakan. Serpihan kaca itu bahkan mengenai telapak tangannya.
Liam menatap lurus ke arah Noe
Bagaimana istri kontrak yang dulu hanya bisa menundukkan mukanya dengan raut wajah kusut memendam kesedihan itu bisa membalas tatapanku...
Liam tersenyum pahit,
"Jika tak menikah denganmu maka aku tak akan pernah memimpikan seorang istri lagi, hingga sisa hidupku Noe..."
Ucap Liam bernada lembut dengan tatapan sedihnya.
Ucapan itu membuat kakek, orang tua bahkan Noe sendiri kaget.
"Apa-apaan sih ucapannya itu, apa dia tak punya malu....",batin Noe.
Karena tak kuat berada di tempat penuh cekaman itu, Noe berdiri dari tempat duduknya.
"Aku tau ini tidak sopan, aku minta maaf pada paman dan bibi. Kurasa aku tidak cocok untuk putra paman.. aku tau aku lancang tapi cari orang lain saja... kalau begitu aku undur diri..."
Noe pergi tanpa menghiraukan sekelilingnya, kakeknya langsung mengejarnya sambil meminta maaf.
Ayah Liam sangat memaklumi hal itu, tapi ia tak menyangka istri keduanya itu akan berkata demikian.
"Bagaimana kau bisa berkata demikian pada orang kepercayaan ayahku!" Ayah Liam.
Ibu tirinya turut meminta maaf, akan ucapannya.
"Istrimu bahkan melakukan lebih dari ini dibelakangmu pak tua. Aku harap kedepannya kau bisa mengawasi gerak gerik istrimu." Tegas Liam juga angkat kaki dari sana. Meskipun ayahnya memerintahkan untuk menunggu.
Ia pergi tanpa menghiraukan tangannya yang terluka.
Liam segera mengejar kakek dan Nao yang pergi belum berapa lama. kebetulan mereka baru menaiki mobil pick up itu.
"Tunggu kek, aku tahu ini terlalu tiba-tiba untuk Noe. Tapi aku serius, aku mencintainya..."
Ucapan itu ia lontarkan dengan kuat lewat kaca mobil yang masih terbuka. Noe menolehkan wajah ke arah lain tak mau melihat.
"Kakek tau, tapi waktunya tidak tepat. Mungkin cucuku merasa tidak enak badan juga, benarkah Noe... (kakek memegang tangan cucunya dengan lembut sambil tersenyum. Noe hanya menunduk memperlihatkan wajah namun ia cukup kesal melihat pria serampangan seperti Liam).
"Jika waktunya tepat, jangan lupa berkunjung ke rumah kami. Walau nanti kalian tidak menjadi sepasang suami istri. Teman saja sudah cukup untuk menjalin persaudaraan kalian..." ucap kakek bijak.
"Pasti! Aku pasti akan datang kesana kek...terimakasih" ucap Liam penuh harap.
Kakek pun berpamitan dengan Liam namun tidak dengan Noe. Ia penuh kesal dihati.
Kenapa kakek masih mau bersikap baik pada orang-orang seperti mereka.
Ia mengungkapkan kekesalan itu dengan bertanya kenapa kakeknya harus berkata demikian. Noe tidak melihat Liam sebagai figur yang baik.
Lain halnya dengan kakek Liam yang suka dengan kegantle-an Liam.
"Kakek suka orang sepertinya, jika kakek tidak ada nanti Liam pasti bisa melindungimu dari bahaya..." sahutnya lembut.
Meskipun Noe tampak kesal ia tidak tahu maksud kakeknya berkata demikian.
Pada hari selanjutnya banyak kunjungan Liam yang Noe lewatkan bahkan ia sengaja tidak di rumah.
Banyak buah tangan juga yang dibawakan, bukannya membuat Noe makin menghargainya. Noe malah makin membencinya.
Hingga pada akhirnya hal buruk terjadi.
Kakek Noe mengalami serangan jantung yang hebat. Ketika dibawa ke rumah sakit kakek Noe juga mengalami komplikasi.
Dan terburuknya ia terkena kanker otak stadium akhir.
Bagaimana tidak, kakeknya dulu harus kehilangan istri di usia muda saat mengorbankan nyawanya untuk anak perempuan tersayang agar bisa lahir dengan selamat.
Anak yang dicintai itu dirawat dengan penuh kasih pun harus kehilangan nyawa bersama suaminya, dalam insiden kecelakaan. Akibat kecelakaan alat berat yang jatuh dari atas pembangunan pabrik. Padahal itu hanya berjarak 2 bulan mereka kerja.
Kakek hanya merawat cucu semata wayangnya sendirian, Apalagi kehidupan cukup sulit waktu itu.
Dan ia tidak ingin membebani keluarga Liam untuk mengurus kebutuhan keluarganya. Pengorbanan kakek Liam sudah lebih dari cukup bagi kakek Noe karena membuat kakek Noe tau akan arti hidup.
Meskipun kakek Liam tak merasa begitu dan terus mencari keberadaan kakek Nao yang sengaja menghindar.
Begitulah kisah hidup kakek Noe.
Bahkan ketika ia pergi ke dokter dan mendapati dirinya terkena kanker otak, ia pasrah dan menjalani hidupnya bersama Noe cucu tersayangnya.
Merahasiakan penyakitnya dari Noe.
Karena ia tak ingin membuat cucunya khawatir. Namun siapa sangka kehidupan itu begitu singkat bahkan ia tidak bisa melihat cucu tersayang nya menikah. Padahal itu adalah impian terbesarnya.
"Noe, kakek baik-baik saja... cucu tersayangku yang mandiri, baik hati dan tak pernah mengeluh ... kini meneteskan air matanya... kakek... minta maaf...." ucap kakek lirih dan lembut pada cucunya.
"Bagaimana...bagaimana kakek bisa berahasiakan ini dariku... padahal aku cucu kakek.... bagaimana bisa..."
Di ruang UGD. Hanya obrolan singkat yang bisa dilakukan, karena akan segera dilakukan operasi.
Meskipun Noe bersikeras ingin mendampingi kakeknya, namun dokter tak mengizinkan.
Keluarga Liam sudah berada di luar ruangan sambil menunggu dengan khawatir.
Noe keluar dengan lesu, hal itu sontak membuat Liam sedih.
Namun tiba-tiba salah satu perawat yang ikut membantu melakukan operasi keluar dan memanggil Liam untuk masuk kedalam.
Permintaan kakek membuat Liam mendapat pukulan berat untuk kehidupan kedua nantinya...
.
.
.
.
Bersambung
Direvisi (18/12/24)
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Bride
FantasíaNoemi merasa seperti hidupnya terulang kembali dengan ingatan samar bersama suaminya Liam. Entah kenapa sejak pertemuannya dengan Liam yang membahas pernikan sampai tinggal serumah Liam yang di kenal Noemi selama ini 180° berbanding terbalik dengan...
