Hallo guys 🫠
Yang ga suka skip, jangan paksain baca, dan ngotorin halaman komentar gw tanpa disaring kata²nya ya🫵
Ok!
Happy reading 🤗
Noemi memperhatikan Liam begitu lama sampai pria jangkung itu bertanya.
"Apa ada kotoran di mukaku?!" Tanyanya.
"Tidak...." jawab Noemi singkat.
"Lalu kenapa?!" Tanyanya sambil tersenyum.
"Apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku?!" Ucap Noemi.
"Tidak, tak ada..."
"Baiklah..." ucap Noemi singkat.
Noemi menyuruh Liam untuk istirahat total di kamarnya. Ia juga mengatakan akan membuat bubur.
Meskipun awalnya Liam menolak, ia ingin menemani noemi memasak. Ia terpaksa patuh, karena omelan Noemi yang mengatakan ia tak ingin bekerja ekstra untuk menjaga bayi besar.
Noemi meniup bubur yang ada di dalam mangkuk putih itu. Setelah terasa hangat, baru ia menyerahkannya ke Liam untuk dimakan.
Saat seperti ini, dia terlihat dewasa dari ku. Berbeda dengan umurnya.
Batin Liam.
Lalu menyiapkan makan pagi untuk Liam, sesudah bubur itu mengisi perutnya.
Sesudahnya...
Ada beberapa resep obat yang diberi oleh Alan sebelumnya. Liam berkata itu hanya obat biasa penurun demam, walau bentuknya agak aneh.
Noemi tak banyak tanya.
Ia membawa kembali piring dan gelas pada nampan untuk di cuci.
Liam mengatakan untuk bersantai di kamarnya saja, ia terlihat begitu penurut soal makanan hari ini dan sedikit manja.
Noemi hanya mengiyakan ajakan itu.
Meskipun mengambil libur, Liam masih mengerjakan tugas kantor menggunakan laptopnya dan mengirim berkas secara daring.
Sedang Noemi hanya memainkan handphone nya sambil mencari informasi tentang dunia kampus yang akan dimasuki.
Ia melihat buku sastra milik Liam. Lalu membaca salah satunya.
Hujan masih menyelimuti suasana pagi itu.
Liam menyuruh Noemi untuk membaca buku sambil duduk di kasur seperti yang ia lakukan. Namun Noemi menolak.
Sampai akhirnya pria itu memilih mengangkat leptop nya dan duduk di sofa bersama Noemi.
Barulah gadis itu beranjak pindah ke kasur.
Beberapa saat kemudian
Tuk
Buku itu terjatuh dari tangan Noemi.
Gadis itu sudah tertidur pulas, wajahnya sangat tenang saat Liam memperhatikannya lekat.
Ada kedamaian di hatinya saat memperhatikan wajah gadis itu.
Sebenarnya sejak awal ia sudah memperhatikan Noemi yang memilih-milih buku yang ada di kamarnya itu.
Padahal dulu ketika Noemi tak sengaja masuk kamarnya hanya untuk beres-beres, ia marah besar.
Tapi gadis itu kini bisa leluasa bahkan tidur di kasurnya.
Ia tak ingin mengulangi kejadian begitu miris itu lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Bride
FantasyNoemi merasa seperti hidupnya terulang kembali dengan ingatan samar bersama suaminya Liam. Entah kenapa sejak pertemuannya dengan Liam yang membahas pernikan sampai tinggal serumah Liam yang di kenal Noemi selama ini 180° berbanding terbalik dengan...
