Liam meninggalkan Noemi sendiri di kamar itu.
Ia menghabiskan roti selay.
Tubuhnya kini sudah merasa hangat sepenuhnya. Walaupun diluar sedang hujan.
Entah kenapa laci lemari kerja Liam membuatnya penasaran.
Ia membuka laci meskipun tadinya merasa ragu-ragu.
Hanya ada beberapa dokumen dan kunci. Tapi di bawah dokumen seperti ada foto yang terselip.
Seketika hatinya bergemuruh.
Sebelum ia membalikkan foto itu. Ia membaca tulisan tangan mikik Liam.
"My bride, whatefer happen I will take you with me forever".
Kagetnya foto itu bukan orang yang ia khawatirkan, melainkan dirinya sendiri. Foto itu diambil oleh kakeknya diwaktu Pesta perayaan panen di desa setahun sebelum kakeknya meninggal.
Kata mendiang kakeknya itu adalah foto tawa paling cantik cucunya.
Mengenakan kaos lengan panjang dengan setelan celana kodok, tak lupa topi petani yang menghias di kepalanya. Dan juga jagung yang ia pegang.
Jujur saja memang Noemi dan kakeknya kerap membantu penduduk desa diwaktu panen.
Foto yang selalu kakek bawa kemanapun. Bagaimana Liam bisa mendapatkannya.
"Apakah sedari awal kau menitipkan aku padanya kek...." pikir Noemi sedih.
Lalu ia melihat satu kunci kamar.
Rasa penasarannya menggebu ingin memeriksa sekeliling rumah itu layaknya detektif.
Walaupun Noemi sebelumnya tidak pernah bersikap tidak sopan di rumah orang lain.
Ia melihat ada dua ruangan di atas dengan keadaan tak terkunci.
Ruang sebelah kiri dari arah tangga adalah kamar Liam dan di sebelah kanan ada ruang kerja sekaligus ruangan santai.
Sedang di bawah?
Dekat dapur memang ada kamar untuk pekerja di rumah itu dan sebelah kanan ada kamar tamu?!
Benarkah begitu?!
Ia melangkahkan kaki untuk turun, kebetun di bawah tak ada siapapun.
Sudut matanya tertuju ke pintu sebelah kanan ruangan itu.
Entah kenapa lagi-lagi ia merasa familiar dengan kamar tamu itu.
Noemi melihat sekeliling dan membuka pintu dengan kunci yang diam-diam ia bawa
Ia terkekjut dengan pemandangan yang ia lihat,
Kamar itu didesain persis seperti kamarnya dulu, walau dikehidupan kedua ia tak tahu.
Tiba-tiba sebuah ingatan kecil menghampirinya entah dari masa.
"Lantai 1 adalah milikmu, sedangkan lantai 2 adalah milikku. Terserah kau mau melalukan apa di ruangan ini, tapi jangan mencoba ke atas untuk masuk ke kamarku..." Jelas itu suara Liam.
Hatinya terluka mendengar kata-kata yang terdengar di telinganya secara tiba-tiba, sampai ia mencoba menutup telinganya karena suara Liam terdengar sangat kasar padanya.
Ia seakan melihat dirinya sedang berada di ruangan kamar itu. Berada di tempat tidur menatap dengan tatapan kosong ke arah jendela.
Seakan berkata dalam dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Bride
FantasíaNoemi merasa seperti hidupnya terulang kembali dengan ingatan samar bersama suaminya Liam. Entah kenapa sejak pertemuannya dengan Liam yang membahas pernikan sampai tinggal serumah Liam yang di kenal Noemi selama ini 180° berbanding terbalik dengan...
