28. Orang Baik

40 5 0
                                        

"Kamu membawa apa, Sakura-chan ?"

Sakura berjalan mendekati anggota kelompoknya yang menunggu di lobby hotel. Dia sempat kembali ke kamar untuk membawa sesuatu sebelum pergi ke panti asuhan. Kedua tangan Sakura membawa dua tote bag berukuran sedang. Tote bag itu juga pernah dilihat Naruto, Sasuke, dan Sai ketika berangkat kemarin.

"Nanti kutunjukkan ketika sudah sampai di panti asuhan."

"Sepertinya berat. Mau aku bantu ?" tawar Naruto.

"Tentu ! Aku butuh tenaga laki-laki untuk membawakan ini !"

Tenaga sukarela dari Naruto dan Sasuke untuk membawa masing-masing tote bag. Sai sudah membawa tote bag berisi banyak buah dan cemilan untuk dibagikan di panti asuhan. Tangan Sakura kembali lega setelah membawa dari kamar hotel menuju lobby.

"Satu tas saja sudah berat apalagi dua. Kamu bawa batu ya, Sakura-chan ?"

"Bukan, baka !!!" omel Sakura ke Naruto. "Isinya buku cerita."

"Mau didonasikan ?" tanya Sasuke.

Sakura tersenyum senang dengan ketepatan tebakan Sasuke. "Ya. Untuk tambahan bacaan di panti asuhan karena banyak anak-anak di sana."

"Ini semua buku cerita ketika kamu masih kecil ?" Naruto bertanya kembali sambil mengangkat tote bag.

"Bukan. Buku cerita yang kubuat sendiri kemudian dicetak."

"Benarkah ? Kapan kamu mulai mencetaknya, Sakura-chan ?" terselip nada takjub Naruto.

"Satu bulan sebelum pergi ke Okinawa. Ayahku punya teman di percetakan. Aku meminta tolong untuk dicetak sampai ke cover dan hak ciptanya."

"Biaya cetaknya juga pakai uang pribadimu, Sakura-chan ?"

"Inginnya seperti itu tapi uang tabunganku belum cukup. Ayahku yang berinisiatif membiayai semua. Bersyukur juga dapat potongan harga. Hasil cetakannya sesuai yang kuharapkan."

"Kau hebat, jelek," ucap Sai singkat memuji Sakura.

"Kau menyindir tapi juga memuji," Sakura tertawa dengan ucapan Sai. "Kalian sudah tau isi tote bag yang aku bawa. Boleh nanti kalian buka bukunya dan dibaca di bis. Ada kejutan di dalamnya."

Obrolan mereka berakhir ketika seluruh peserta yang berkumpul di lobby untuk segera keluar hotel. Setelah mengikuti kegiatan pagi tadi, siang ini mereka akan mengunjungi panti asuhan. Kunjungan ini juga termasuk tahap seleksi untuk final yang diumumkan esok hari. Tim KHS segera masuk ke dalam bis.

***

Perjalanan menuju panti asuhan sekitar dua puluh menit menggunakan bis. Panti asuhan di Perfektur Okinawa termasuk panti asuhan terbesar di Kepulauan Ryukyu. Bahkan juga termasuk panti asuhan terbaik di Jepang.

Fakta tentang panti asuhan ini sudah tersebar ke mana-mana. Lebih dikenal sebagai 'tempat pembuangan anak'. Jangan tanya mengenai istilah itu. Pastinya akan mengarah ke hal-hal negatif perbuatan seseorang yang tidak menginginkan adanya kelahiran untuk melanjutkan keturunan.

Di dalam bis, tim KHS duduk terpisah. Sakura bersama Sasuke dan Naruto bersama Sai. Sasuke asik membaca salah satu buku cerita milik Sakura karena perempuan itu ingin tahu tanggapan dan penilaian tentang bukunya.

"Bagaimana dengan buku ceritanya, Sasuke ?"

Sasuke menolehkan kepala ke arah Sakura. Kemudian tangannya membuka halaman selanjutnya.

"Menarik. Cetakannya juga rapi dan bagus," jawab Sasuke sambil tersenyum tipis.

Melihat Sasuke tersenyum membaca buku cerita buatan Sakura, jantung Sakura berdebar karena senang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 6 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

LOVING HIM WAS REDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang