Chapter 11

1.9K 278 11
                                        

(Name)!!” Panik Yeona tatkala melihat darah mengalir dileher (Name) yang berasal dari bagian kepalanya yang dihantam oleh balok bata.

Sraaat!

Grep!

(Name) menahan cepat tangan yang hendak kembali memukulkan balok bata tersebut kepadanya seraya tangan satunya lagi bergerak menusuk area pinggang si penyerang yang merupakan laki-laki ke 10 sehingga sang empunya pun terhuyung jatuh sambil memegangi area tubuhnya yang baru saja tertusuk.

(Name) pun menatap pisau lipat di tangannya yang sudah berlumuran darah bahkan jemari kanannya yang memegang pisau itupun terlihat tersayat, sebab ketika dia menusuk tubuh manusia yang memiliki kulit tebal maka jemarinya pun turut menyentuh bagian yang tajam agar luka tusuk yang diciptakannya semakin dalam.

Wunggg!

(Name) sontak terpejam kala kepalanya terasa berdenging kuat membuat pandangannya pun kini perlahan-lahan mulai memburam.

Menyentuh bagian belakang kepalanya (Name) pun merasakan ada cairan kental disana lantas ia pun mengarahkan tangannya ke depan mata dan ternyata memang ada darah disana.

“Ah... Bocor rupanya...” Lirihnya pelan.

Beralih menatap Yeona yang tampak khawatir dan Dayeon yang masih memejamkan mata menuruti ucapannya tapi remaja itu juga terlihat gelisah karena tadi mendengar Yeona meneriakkan nama (Name) dengan nada panik.

“Sial...” Umpat (Name) pelan seraya menolehkan kepala ke arah pintu masuk dari tempatnya sekarang, dikala ia merasakan tanda-tanda kehadiran seseorang yang melangkah cepat mendekat pada mereka.

Lantas ia pun melemparkan pisau lipat ditangannya ke dekat tubuh Yeona. “Gunakan itu untuk melepaskan dirimu dan Dayeon, setelah selesai cepatlah kabur dari sini. Aku akan mengulur waktu.” Ucapnya yang kemudian mengambil posisi di samping pintu sambil memegang balok kayu yang tadinya tergeletak di lantai.

Yeona yang mendengar itupun lantas bergerak cepat untuk meraih pisau lipat tersebut dengan badan yang dia balikan, meski sedikit sulit karena tangannya yang terikat di belakang tapi ia tetap berusaha melepaskan diri karena tak ingin menambah beban (Name).

Brak!

Pintu pun terbuka dengan keras dan sosok pria yang merupakan atasan dari para penculik itupun melangkah masuk dan seketika terkejut melihat pemandangan di dalam sana.

Para bawahannya yang ditugaskan untuk mengawasi para sandera kini sudah terbaring tak berdaya di lantai dengan darah menggenang dimana-mana.

(Name) yang melihat kesempatan pun lantas melayangkan balok kayu di tangannya ke arah belakang kepala pria itu namun si dia dengan cepat berbalik dan menahan tangan (Name) yang memegang balok kayu.

“Apa? Bagaimana kau bisa bebas?!” Ucapnya yang kemudian menguatkan cengkraman tangannya pada pergelangan tangan (Name) hingga si gadis pun menjatuhkan balok kayu dari tangannya sembari menahan ringisan.

“Apa kau yang melakukannya?” Tanya pria itu sambil satu tangannya lagi bergerak mencengkram leher (Name) dengan kuat.

“Ukh...” Nafas (Name) pun tercekat belum lagi kepalanya masih saja terus berdenging kuat dengan pandangan yang kian memburam.

Sraaat!

Sebuah balok kayu kembali terarah kepada pria itu yang berasal dari Yeona yang berhasil membebaskan dirinya dan Dayeon.

Grep

Namun pria ini berhasil menangkap balok kayu tersebut, berbalik dia pun menatap tajam Yeona yang kaget karena serangannya dapat dicegah.

High School Soldier X ReaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang