Grep Leejin menangkap tangannya, menarik tengkuknya dan langsung mencium bibirnya tanpa kata.
(Name) yang dicium pun tampak tersenyum, lantas bergerak membalas ciumannya seraya memejamkan mata.
Tangannya yang semula di tahan Leejin pun kini telah bebas dan terulur menyentuh leher Leejin dan mengusapnya dengan penuh afeksi.
Sedang Leejin melingkarkan satu tangannya ke pinggang (Name) dan tangan satunya lagi masih menahan tengkuk sang dara guna memperdalam ciuman mereka yang kian memanas setiap detiknya.
Lidah keduanya saling membelit di dalam sana, membagi kehangatan dalam ciuman panas nan menggairahkan yang membuat salah satunya pun secara naluriah menggerakkan salah satu tangannya menuju sesuatu di bawah sana.
Sedikit lagi jemari lentik itu akan menyentuh aset berharga dari sang lelaki namun empunya sudah keburu menangkap tangannya dan kemudian membalikkan lagi posisi mereka seperti semula.
Bruk! (Name) yang kembali berada di bawah pun mengerjapkan matanya dengan nafas yang terengah, ciuman mereka telah terputus ketika Leejin secara tiba-tiba membalikkan posisinya.
Ditatapnya sang pemilik netra coklat muda itu yang juga tengah menstabilkan nafasnya seraya menatapnya dengan rona merah samar menghiasi kedua telinganya.
Begitu manis terlihat.
"Kenapa?" (Name) bertanya lirih, tampak ketidakrelaan dalam netra chartreuse-nya saat Leejin menghentikan tindakannya tadi.
"Aku juga menginginkannya." Balas Leejin, mengecup lembut pipi (Name) sebelum menatapnya kembali. "Lalu kenapa?" Tanya (Name) lagi seraya mengalungkan kedua tangannya ke leher Leejin dikala pemuda itu membawanya untuk duduk kembali.
"Ini masih terlalu cepat untuk kita, aku ingin kita berdua saling mengenal tentang satu-sama lain lebih dulu. Masih banyak hal yang belum aku dan kau ungkapkan bukan?" Jelas Leejin, menatap tepat di kedua netra indah (Name) yang dia dudukan di atas pangkuannya.
"Contohnya tentang apa yang terjadi padamu sampai kau nekat meminum alkohol hari itu?"
(Name) terdiam, menatap Leejin dengan sorot mata yang sulit untuk dibaca oleh lelaki tersebut.
"Apakah ini memang tujuanmu memintaku untuk tak pergi kemanapun malam ini? Menginterogasiku lagi?" Suara (Name) terdengar datar, bahkan sorot matanya kini terlihat begitu tajam sembari memeluk Leejin dan menumpukan dagunya di pundak lebar nan kokoh pemuda itu.
Sempat mengigitnya hingga meninggalkan cap giginya disana, pembalasan untuk tangannya yang juga digigit oleh Leejin beberapa saat yang lalu.
"Tidak, aku hanya ingin mengenalmu lebih dalam dari apa yang bisa kutemukan dihari itu." Jawab Leejin dengan jujur sembari turut memeluk tubuh sang gadis dan mengendus aroma mawar dari tubuhnya, namun ketika ada aroma parfum khas pria yang turut tercium olehnya sontak dia mengernyit tak suka.
Lantas tanpa izin Leejin langsung melepaskan pakaian atas (Name) dan menyisakan tanktop berwarna putih yang kini menutupi area privasinya.
Sang empunya pun tampak diam membiarkan dan hanya kembali memeluk tubuh tegap Leejin bersamaan dengan pemuda itu yang turut merapatkan tubuhnya─sengaja agar aroma mereka saling menyatu dalam pelukan yang hangat ini.
Sempat pemuda itu mengecup area tulang selangkanya yang terdapat tato yang sengaja dirinya buat dengan menggunakan bahasa china disana.
"Aku juga ingin tahu lebih banyak tentangmu." Kata (Name) sambil mengecup sekilas leher Leejin dan kemudian sedikit menjauhkan diri untuk menatap wajah tampan itu kembali. "Segalanya tentangmu." Tambahnya sembari menangkup pipi Leejin, mendekat dan menyatukan kembali bibir mereka dalam ciuman yang lebih lembut kali ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
High School Soldier X Reader
Fantasy⚠️Mengandung adegan kekerasan, pembunuhan, kata-kata kasar, dan berbagai hal lain yang sangat tidak dianjurkan untuk ditiru. Bijaklah dalam membacanya. 📍OOC, Fantasy, Harem, Romance, Kissing, Action, Mature++?(entahlah~🌚) ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Usai...
