Hayooo siapa yang nungguin book ini update nih? Gomen agak lama saya updatenya hehe.
Nah markica
Happy Reading~
.
.
.
.
.
.
⚠️Mengandung adegan (18+)⚠️
_o0o_
“Sepertinya obatnya sudah mulai bekerja.” Kata Leejin sambil menatap (Name) yang tampak bergerak gelisah di depannya.
(Name) sendiri pun hanya diam sambil menggigit bibir bawahnya gugup, dikala dirinya benar-benar merasakan panas ditubuhnya karena obat yang telah diminumnya.
‘Bahaya, jangan sampai aku disentuh Leejin lagi. Bisa-bisa aku...’
Set Tangan Leejin tiba-tiba terulur dan menyentuh pipi kanan (Name) yang membuat sang empunya pun sontak tersentak kaget dengan tubuhnya yang langsung memberikan reaksi nyaman dan tubuhnya yang semula terasa panas pun kini tak lagi terasa.
(Name) pun lantas bergerak menjauhkan wajahnya dari tangan Leejin yang terasa hangat ketika bersentuhan dengan kulitnya.
“A-apa yang kau lakukan?” Tanyanya dengan nafas yang sedikit memburu sebab rasa panas kembali mendera dirinya saat tak lagi menerima sentuhan dari tangan Leejin.
‘Ini benar-benar tidak nyaman.’
Leejin sendiri hanya diam seraya berdiri dari duduknya dan kemudian berjongkok untuk melepaskan ikatan yang ada di kaki (Name) membuat sang empunya pun merasa sedikit waspada akan tindakan Leejin berikutnya.
Selesai melepaskan ikatan di kaki (Name) Leejin lalu beralih ke tangan gadis itu yang terikat dan bergerak membukanya setelah lebih dulu mengancam (Name) untuk tidak melepaskan penutup di matanya.
‘Meski tanpa kau ancam pun aku takkan bisa membukanya, karena tubuhku benar-benar terasa lemas saat ini. Sebab obat yang sudah kau minumankan secara paksa dengan mengambil ciuman pertamaku!’
‘Hiks first kiss-ku direnggut seperti ini, padahal aku mengharapkan adegan yang lebih romantis.’
‘Ini lebih terasa seperti dark romance.’
Sreeet! Tubuh (Name) pun di angkat dengan posisi bridal style oleh Leejin seusai melepaskan ikatan di tangan gadis itu.
“Kau... Mau apa?” Tanya (Name) lirih, nafasnya memburu dikala obatnya kian merangsang dirinya dan itu cukup menyiksanya, terlebih ketika kulitnya saling bersentuhan dengan Leejin sekarang ini.
“Jawabanmu.” Balas Leejin singkat seraya kemudian menurunkan (Name) dari gendongannya ke atas kasur si gadis.
[Mereka masih di rumah (Name).]
‘Oi oi oi! Dia mau melakukan apa sekarang?! Jangan bilang dia mau... Itu?’
‘ANDWAE!!!! LEEJIN JANGAN LAKUKAN HAL YANG SEKARANG SEDANG KUPIKIRKAN OKE?!’
‘HAJIMA!! AKU BELUM SIAP!!!’
Di tengah pikiran liar (Name) yang semakin bertambah liar tatkala dirinya merasakan Leejin berada di atasnya sekarang dengan kedua tangannya yang menahan kedua tangan (Name) disisi kanan dan kiri kepala gadis itu.
“Apa yang sedang kau lakukan?” Tanyanya sambil berontak kecil dengan tenaganya yang lemah karena pengaruh obat yang diminumnya.
“Jawab pertanyaanku, siapa kau yang sebenarnya?” Balas Leejin, kembali mengajukan pertanyaan yang sama kepada si gadis yang lantas terdiam mendengarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
High School Soldier X Reader
Fantasy⚠️Mengandung adegan kekerasan, pembunuhan, kata-kata kasar, dan berbagai hal lain yang sangat tidak dianjurkan untuk ditiru. Bijaklah dalam membacanya. 📍OOC, Fantasy, Harem, Romance, Kissing, Action, Mature++?(entahlah~🌚) ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Usai...
