Setelah menghabiskan satu hari penuh bersama dengan Matthias kini pagi pun kembali datang dan (Name) yang sudah mulai jarang berangkat bersama Dayeon saat pergi ke sekolah pun sekarang tengah diantarkan oleh Matthias yang sepertinya akan mulai menjadi sopir pribadinya.
Meski dia sudah menolak namun pemuda itu bersikeras, jadilah (Name) mau tak mau mengiyakan dan memperbolehkan Matthias untuk mengantarkannya ke sekolah.
Seperti hari ini.
"Non c'è bisogno che venga a prendermi, andrò a casa con il mio amico più tardi ⧼Tak usah menjemputku, aku akan pulang bersama temanku nanti⧽." Kata (Name) sambil menatap Matthias dari jendela kaca mobil yang terbuka.
"Amico? ⧼Teman?⧽" Matthias tampak tertegun, mengetahui bahwa sang gadis telah memiliki teman lain selain dirinya. "Perché? ⧼Kenapa?⧽" (Name) bertanya, memandang heran si pemuda yang terlihat terkejut kala mendengar kata 'teman' dari mulutnya.
Matthias tersadar lantas menggeleng seraya kemudian tersenyum. "Sono felice di sapere che in passato eri una persona piuttosto riservata. Quindi sono rimasto un po' sorpreso di sapere che puoi avere altri amici oltre a me ⧼Tidak, aku hanya senang mendengarnya. Kamu orang yang cukup tertutup dulunya, jadi aku sedikit kaget mendengar kamu dapat memiliki teman lain selain aku⧽." Ujarnya tanpa ada maksud mengejek dari kalimatnya, ia tulus merasa senang jikalau (Name) memang mulai terbuka dengan orang lain. Tidak seperti dulu yang sangat sulit tuk didekati, hingga anak seusia mereka pun kadang merasa takut walau hanya sekedar menyapanya.
(Name) tersenyum tipis. "Una volta ero così, ma grazie a quel vecchio fastidioso. Ora sto iniziando ad aprirmi ad altre persone, non è facile ma il processo mi piace abbastanza ⧼Dulu aku memang seperti itu, tapi berkat si Pak tua menyebalkan itu. Sekarang aku mulai bisa untuk membuka diri kepada orang lain, memang tak mudah tapi aku cukup menyukai prosesnya⧽." Balasnya sambil menerawang jauh ke dalam ingatannya dari kehidupannya yang dulu beserta tentang dirinya yang sekarang.
"Aku mengerti." Sahut Matthias tanpa perlu merasa bingung oleh sosok yang disebutkan sang gadis barusan, sebab dia jelas tahu siapa 'Pak tua' yang (Name) maksudkan tersebut. "Apakah beliau baik-baik saja?" Tanyanya kemudian.
"Begitulah, dia masih sama menyebalkannya seperti dulu. Hanya tampangnya saja yang berubah semakin tua." Canda (Name) sambil tertawa kecil membuat Matthias pun turut tertawa mendengarnya, merasa senang mendengar keduanya masih berhubungan dengan akrab sampai sekarang.
"Baiklah, aku pergi. Ayah pasti akan mengomel lagi jika aku datang terlambat ke kantor dan mengganggu waktumu."
(Name) pun hanya balas mengangguk dan kemudian melambaikan tangannya ketika Matthias mulai melajukan mobilnya pergi dari area sekolah.
"(Name) eonnie?"
(Name) yang baru saja berbalik pun lantas menoleh untuk menemukan kedua bersaudara Yoo yang sepertinya baru saja tiba di sekolah.
"Oh? Annyeong~" Sapa (Name) sambil berjalan bersama kedua bersaudara itu untuk memasuki area sekolah dengan posisi dia bersebelahan dengan Dayeon dan menghindari kontak mata dengan Leejin karena kejadian kemarin malam yang tentunya diingat jelas olehnya.
Dan sang pemuda tentu menyadari perubahan sang gadis yang sama sekali tak melihat ke arahnya yang berjalan di samping kiri Dayeon walau sedikit kebelakang.
"Siapa tadi eonnie?" Tanya Dayeon membuat (Name) lantas meliriknya. "Ah kau melihatnya ya? Dia temanku." Jawabnya yang langsung mengundang tanda tanya dibenak gadis imut tersebut dan mungkin termasuk kakaknya.
"Teman?"
(Name) mengangguk. "Dia temanku yang berasal dari Italia dan baru saja pindah ke sini karena ada pekerjaan yang harus dia urus." Jelasnya sambil mengusap kepala Dayeon, sedangkan Leejin di sebelah sana tampak meliriknya kala mendengar kata 'Italia' keluar dari mulutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
High School Soldier X Reader
Fantasy⚠️Mengandung adegan kekerasan, pembunuhan, kata-kata kasar, dan berbagai hal lain yang sangat tidak dianjurkan untuk ditiru. Bijaklah dalam membacanya. 📍OOC, Fantasy, Harem, Romance, Kissing, Action, Mature++?(entahlah~🌚) ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Usai...
