Chapter 24

1.7K 213 27
                                        

Malam semakin larut dan di sebuah rumah yang menjadi kediaman dari sesosok gadis yang memiliki jiwa yang telah berbeda dari raganya tampak sedang duduk di ruang keluarga dengan kondisi cahaya yang begitu minim disana.

Hanya lampu kecil yang biasa digunakan untuk belajar oleh para murid yang menjadi penerangannya.

Di atas meja yang terletak di depan si gadis nampak beberapa botol minuman terdapat di atas meja yang mana segelnya masih tertutup dengan rapat.

(Name) hanya memandangnya dalam diam bahkan sedari awal duduk disana ia sama sekali belum bergerak sedikit pun dari posisinya yang tengah duduk di lantai sambil memeluk kedua lututnya.

Bahkan meski tubuhnya terasa kedinginan karena minimnya pakaian yang sedang dia gunakan sekarang, ia sama sekali tak ada niatan tuk beranjak dari tempatnya.

(Name) saat ini hanya menggunakan tanktop dan hotpants yang dibalut dengan cardigan tipis berwarna hitam yang sama sekali tidak melindunginya dari udara malam yang terasa begitu sejuk malam ini.

Sreeet Sebuah tangan terulur dan memeluk (Name) dari belakang seraya dia berbisik pelan di telinga si gadis. “Sedang bersedih nak?” Ia bertanya lembut sambil mengusap pipi (Name) masih dengan posisi memeluk gadis itu dari belakang.

(Name) yang di tanyai oleh sosok itupun hanya diam, matanya memandang ke arah salah satu botol minuman di atas meja.

Memandang pada pantulan dirinya yang bisa terlihat dari botol tersebut yang terbuat oleh kaca sehingga mampu memantulkan bayangannya layaknya sedang bercermin.

Namun anehnya dari pantulan itu hanya ada dirinya yang terlihat disana, tidak ada sosok orang yang sedang memeluknya turut terpantul dari botol kaca tersebut.

Karena memang pada kenyataannya sosok itu hanyalah sekedar ilusi yang sering tercipta secara tak sadar oleh (Name), tercipta oleh keinginan besar dari alam bawah sadarnya yang begitu merindukan sosok tersebut.

Sosok yang begitu dia kasihi, sosok yang sangat dirindukannya dan sosok yang telah melahirkannya, ialah ibunya.

Ibu dari seorang Kim Ji-(Name).

“Mau ibu temani nak?”

(Name) menoleh, menatap sejenak sosok sang ibu yang terlihat begitu nyata di sampingnya. Sebelum kemudian kembali melihat ke arah depan, memandang jejeran botol-botol minuman di atas meja yang dia dapat dari gudang penyimpanan si pemilik tubuh tanpa berniat tuk menjawab pertanyaan dari ibunya.

Lantas diraihnya satu botol minuman yang kemudian lekas dia minum usai membuka penutupnya dengan alat yang sudah dia sediakan di samping tubuh.

Glek Glek

Di minumnya minuman tersebut hingga tersisa setengah botol, sensasi pahit khas alkohol pun langsung merangsang lidah dan tenggorokannya.

Ini bukanlah pertama kalinya untuk (Name) dan tampaknya tubuh Ji-(Name) sendiri cukup mampu untuk mentolerir rasa mabuk akibat minuman keras tersebut yang tidak sepantasnya di minum sewaktu dia masih belum cukup umur.

Tetapi... Sekarang ini ia ingin mengalihkan pikirannya sejenak dari rasa sakit yang tengah dirasakannya saat ini, usai mengetahui sesuatu tentang seseorang yang begitu berarti dalam hidupnya Ahn Ji-(Name).

Namire Nordic, pengasuh Ahn Ji-(Name) sewaktu dia telah di adopsi oleh sepasang suami-istri yang berasal dari Italia dan kemudian menjadi sosok gadis bernama Serena Oldrich.

Si pengasuh yang sudah dianggap seperti ibunya sendiri untuk Ji-(Name) setelah ibu angkatnya, sebagai anak angkat dari pasangan Mafia Ji-(Name) sering kali ditinggal sendiri di rumah sewaktu kecil dan Namire-lah orang yang selalu menemaninya ketika kedua orang tuanya pergi bekerja.

High School Soldier X ReaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang