Chapter 31

849 107 11
                                        

Aku tidak tahu ini bakal ngefeel atau nggak, karena rasanya agak... Yah cringe menurutku..

Tapi, seperti kata dr. Indosiar. Kami (brain-chan, aku, tangan-chan) sudah berusaha semaksimal mungkin.

So...

Zagan telah kalah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Zagan telah kalah.

Pertarungan hebat di antara mereka berhasil di menangkan oleh (Name) dan Matthias.

Kekalahan yang di dapat dari dua orang saja dari banyaknya anak buah yang dia bawa tentu membuat Zagan hanya bisa pasrah di lantai penuh darah dengan dirinya yang mengalami luka tembak di bahu kiri dan kaki kanannya.

"Ora rispondi alla mia domanda, chi ti ha liberato da lì⧼Sekarang jawab pertanyaanku, siapa yang sudah membebaskanmu dari sana⧽?" Tanya (Name), duduk angkuh di tumpukan mayat anak buah Zagan dengan Matthias yang tengah sibuk mengeluarkan dua peluru yang bersarang ditubuhnya menggunakan pisau kecil.

Zagan melirik. "A patto che non riesca a battere la signorina⧼Sampai kapanpun saya tetap tak bisa mengalahkan nona ya⧽." Ujarnya dengan kekehan hambar.

"Anche la vendetta per mio figlio che hai ucciso, non posso farlo nel modo giusto⧼Bahkan balas dendam untuk putra saya yang telah anda bunuh pun, saya juga tidak bisa melakukannya dengan benar⧽."

(Name) menatap datar, mendengus ia pun membalas. "Ho bisogno che tu lo sappia, Zagan. È stato tuo figlio a toccarmi per primo, se fosse un uomo normale che, dopo essere stato rifiutato, si arrenderebbe. Ma in realtà era uno psicopatico pazzo che ha cercato di scoparmi quando è stato rifiutato⧼Perlu kau tahu, Zagan. Anakmulah yang lebih dulu menyentuhku, andai dia pria normal yang setelah ditolak akan menyerah. Tapi nyatanya dia adalah seorang psikopat gila yang mencoba menyetubuhiku saat dia ditolak⧽." Ungkapnya dengan kerutan kesal, mengingat bagaimana biadapnya sosok anak Zagan tersebut terhadap (Name) sebelumnya.

Zagan kontan terpaku, bahkan Matthias pun tampak berhenti bergerak kala mendengar soal sang gadis yang baru kali ini dia ketahui.

"Tuttavia... Devi ucciderlo? Avresti potuto⧼Namun... Apakah anda harus membunuhnya? Anda bisa saja⧽─"

"Allora gli ho rotto una gamba, ma tuo figlio è davvero un pazzo bastardo. Quando non è riuscito a toccarmi, ha cercato di spararmi dopo⧼Aku mematahkan kakinya saat itu, tapi putramu itu memang seorang bajingan gila. Saat dia gagal menyentuhku, setelah itu dia pun mencoba untuk menembakku⧽." Sela (Name) dengan helaan nafas kasar.

"Non avevo altra scelta che ucciderlo anche allora, non solo per me ma anche per il bene di tua figlia, che all'epoca voleva che uccidesse anche perché era gelosa che lui ricevesse più attenzione da te⧼Aku tak punya pilihan selain membunuhnya saat itu juga, tidak hanya demi diriku. Tapi juga demi putrimu yang saat itu juga ingin dia bunuh, karena dia iri padanya yang mendapatkan perhatian lebih darimu⧽."

High School Soldier X ReaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang