Chapter 27

854 130 31
                                        

Latihan di mulai dengan berlari mengelilingi ruang latihan dan (Name) tampak begitu fokus dalam melakukan latihannya dengan posisi masih berada di sekitar anggota timnya.

Setelah sebelumnya sempat terjadi kehebohan di antara anggota timnya yang terkejut perihal dirinya yang ternyata sudah saling kenal dengan Leejin.

Kini situasi sudah lebih terkendali dan para anggotanya pun sudah tak lagi merasa canggung untuk kembali berinteraksi dengannya.

Yah... Meski (Name) sendiri selalu merasakan tekanan dari sepasang netra coklat tersebut yang sering kali meliriknya dengan tajam. Apa bila ada laki-laki lain yang mengajaknya mengobrol, terlebih jikalau dirinya dirangkul maka akan semakin tajamlah pandangan lelaki itu kepadanya.

Salting? Sudah jelas dan (Name) tentunya memanfaatkan kesempatan yang ada untuk semakin memanas-manasi keadaan dengan bersikap lebih friendly dari biasanya.

Dia suka melihat bagaimana Leejin cemburu meski tampangnya masih saja datar seperti biasanya, namun jelas sorot matanya menunjukkan segala rasa yang dia rasakan ketika melihatnya berdekatan dengan banyak lelaki lain.

Contohnya seperti sekarang.

Saat waktu istirahat tiba (Name) yang nyatanya sama sekali tidak merasa lelah pun dengan sengaja menyandarkan kepalanya pada pundak salah satu rekannya yang tengah duduk bersamanya seusai selesai melakukan sparring.

Dia mengeluh lelah dengan suara yang seksi membuat sang rekan yang sudah salting ketika dia menyandar padanya pun semakin tak karuan dibuatnya.

Bahkan badannya begitu tegang seperti patung membuat (Name) yang merasakan hanya bisa menahan tawa dan terus melanjutkan aksinya.

"Yihun," Panggil (Name) sambil menoleh pada sang rekan yang kontan terkesiap ditempatnya.

"Y-ya?" Dia menyahut gugup, sama sekali tak berani untuk menoleh ke arah sang gadis yang duduk begitu dekat dengannya.

Sebelum kembali melanjutkan (Name) sempat lebih dulu melirik pada sosok Leejin di ujung sana yang tampak menatapnya dengan tatapan yang begitu datar, bahkan pemuda itu seakan abai dengan rekan timnya yang tengah berbincang dengannya dan Seokjoo.

'Aku ingin lihat, apakah kau masih bisa mempertahankan ekspresi itu ketika aku melakukan ini.'

Dengan suara yang begitu lembut (Name) pun melanjutkan aksinya seraya meraih pelan jemari Yihun untuk dimainkannya. "Sejak awal aku melihatmu, aku sudah menyadarinya. Kalau kau itu... Memiliki sesuatu yang sangat aku sukai. Kau tahu apa itu?" Katanya dengan sorot mata penuh makna membuat Yihun yang meliriknya lewat ujung mata pun sontak memerah wajahnya.

"A-apa?"

(Name) tersenyum, mengulurkan tangan dan menyentuh pipi Yihun. Mengarahkan kepala pemuda itu untuk menatap padanya. "Ketampanan." Bisiknya dengan wajah yang mendekat ke wajah Yihun dan posisi ini jika dilihat dari sudut pandang lain akan membuat orang lain mengira bahwa mereka tengah berciuman.

Dan itulah yang dilihat dari sudut pandang Leejin sekarang.

"Aku tidak ingin munafik karena itu kukatakan saja, kalau aku memang sangat menyukai pria yang tampan dan kau termasuk salah satu kriteria pria tampan yang kusukai." Tambah (Name) sambil mengusap halus pipi Yihun yang semakin memerah kala mendengar perkataannya.

'A-apa... Apa (Name) sekarang sedang menyatakan kalau dia─?!' Belum saja Yihun usai dengan batinannya namun harus segera terhenti tatkala dari belakang (Name) dia melihat sosok Leejin mendekat dengan aura yang sungguh tidak bersahabat.

Kontan dia melotot kaget apa lagi kala menyadari tatapan tajam Leejin mengarah kepadanya.

Gawat, pawangnya ngamuk!

High School Soldier X ReaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang