Chapter 17

2.5K 313 65
                                        

Sorry lambat nee updatenya 😅 selain karena kesibukan tetapi juga hp saya tidak menggunakan wifi jadi kudu nunggu saya beli kuota dulu hehe (人'∀'*)

Nah, silahkan membaca readersku yang tercintah~

.
.
.

"Bagaimana kau tahu tentang itu?" Tanya Leejin penuh tekanan seraya mencengkram kedua pundak gadis itu dengan kuat membuat (Name) sedikit meringis karenanya.

"Aku sangat menyayangi Dayeon seperti adikku sendiri, jadi ketika ada seseorang yang tiba-tiba muncul di dekatnya."

"Tentu aku langsung mencari tahu identitas orang itu dengan koneksi yang kupunya, dan begitulah bagaimana akhirnya aku tahu siapa kau yang sebenarnya Leejin." Sambung (Name) menjelaskan yang membuat sang empunya pun seketika terdiam mendengarnya.

Dari balik penglihatannya yang sedang tertutup oleh kain (Name) dapat merasakan keraguan dan kekhawatiran dari pemuda yang telah mengambil ciuman pertamanya itu usai dirinya mengatakan kebenaran bahwa ia tahu identitas lelaki itu sebelum bertemu keluarganya.

Kedua tangan (Name) pun terulur dan menyentuh masing-masing pipi Leejin membuatnya yang semula teralihkan kini memandang kembali gadis itu yang tampak tersenyum padanya.

"Jangan khawatir, aku takkan mengatakannya pada siapapun termasuk keluargamu. Karena itu tolong jangan katakan tentangku juga pada yang lainnya, aku... Masih ingin berteman dengan mereka semua seperti biasanya."

"Aku mohon padamu, jika kau tidak percaya. Maka kau bisa menempatkan alat penyadap untuk mengawasiku."

Leejin pun diam memikirkannya.

"...Tidak perlu." Katanya kemudian usai terdiam beberapa saat sambil menatap dalam (Name) dibawahnya yang memiliki rona kemerahan pada pipi gadis itu.

(Name) pun lantas tersenyum lembut mendengarnya seraya kemudian dengan begitu tiba-tiba gadis itu mencium bibir Leejin dan memeluk pemuda itu setelahnya yang tampak kaget akan tindakan (Name) barusan.

"Ngomong-ngomong... Apa sekarang aku menjadi milikmu?"

"Hah?" Ini jelas tanpa sadar terucap karena pertanyaan (Name) yang begitu tiba-tiba dan sedikit mengejutkannya.

(Name) pun terkekeh. "Kau habis menyentuhku, ingat? Meski tidak seutuhnya. Tapi tetap saja kau telah merenggut ciuman pertamaku, bahkan menyentuh salah satu aset berharga milikku."

"Tidakkah dengan begini kau akan menjadikanku sebagai milikmu?"

"..." Leejin pun terdiam tak berkutik usai mendengarnya, kedua telinganya pun memerah tanpa sadar.

Pemuda ini mendadak kehilangan kata-katanya untuk menjawab perkataan (Name) yang begitu blak-blakan bahkan tanpa ragu sedikit pun dari suaranya.

"...--" Baru akan berbicara tetapi segera terpotong oleh (Name) yang semula bertopang pada Leejin dengan cara memeluknya kini perlahan melepaskan pelukannya dan jatuh kembali ke atas kasur.

Leejin pun diam menatapnya yang tak lagi bergerak, lantas tangannya terulur dan melepaskan kain yang menutup mata si gadis.

Dan tampaklah mata (Name) yang terpejam rapat dengan dengkuran halus keluar dari bibir merah cery-nya yang terlihat sedikit bengkak.

Sepertinya (Name) tertidur karena kini sudah berlalu 30 menit sejak obat yang diminumnya bekerja.

Leejin pun lantas beranjak dari atas tubuh si gadis lalu kemudian bergerak mengangkat (Name) ke gendongannya untuk membenarkan posisi tidur gadis itu yang setelahnya dirinya tutupi dengan selimut hingga ke batas dada.

High School Soldier X ReaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang