⚠️Mengandung adegan kekerasan, pembunuhan, kata-kata kasar, dan berbagai hal lain yang sangat tidak dianjurkan untuk ditiru. Bijaklah dalam membacanya.
📍OOC, Fantasy, Harem, Romance, Kissing, Action, Mature++?(entahlah~🌚)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Usai...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keesokan harinya.
(Name) dengan pelan mulai terbangun dari tidurnya dan bangkit duduk seraya mengusap kedua matanya, mengerjapkan mata sejenak untuk menyesuaikan cahaya yang masuk melalui jendela kamarnya.
Menatap sekeliling sebelum kemudian melirik ke bawah─ke badannya yang hanya mengenakan tanktop dan celana panjang.
Dia terdiam sejenak sebelum kemudian berteriak kegirangan seraya merebahkan kembali tubuhnya dengan posisi tengkurap, memukul-mukul kasurnya dengan gemas ketika teringat apa saja yang sudah terjadi tadi malam antara dirinya dengan Leejin.
"Leejin, kau curang sekali."
"Aku jadi semakin ingin─Kyaaaaaaa!!!"
Dan begitulah bagaimana pagi (Name) di mulai, gadis itu terlihat benar-benar bahagia setelah puas bersama semalaman penuh dengan sang pemilik netra coklat muda tersebut.
Srak! Dia kembali duduk dan mengigit bibir dengan wajah yang telah memerah sepenuhnya, melirik lagi badannya yang memiliki tanda kissmark di beberapa bagian dengan bayang-bayang senyum Leejin yang terus saja terputar dalam benaknya.
"How can you be so good at doing that?"
_o0o_
Brumm...
Motor sport putih itu melaju cepat dan membalap banyak pengendara lain yang buat mereka pun sontak mengumpat keras kepada sang pengendara motor sport tersebut yang membawa motornya dengan kecepatan begitu tinggi.
(Name), gadis itu saat ini tengah menuju ke sebuah tempat mengikuti kordinat lokasi yang diberikan oleh Matthias kepadanya.
Saat (Name) selesai sarapan pagi tadi tiba-tiba saja Matthias mengirimkan pesan darurat kepadanya, pemuda itu tengah dalam posisi berbahaya karena ada beberapa kelompok musuh yang datang dari Italia sana untuk memburu dirinya.
Namun Matthias yang ditugaskan untuk melindunginya pun memutuskan untuk memancing mereka seorang diri demi membuat dirinya tetap aman dari jangkauan mereka.
Dan Matthias berakhir terkepung oleh banyak musuh dan saat mengirimkan pesan dia menyampaikan kalau saat ini dia tengah bersembunyi dengan kondisi terkena luka tembakan pada paha kanannya dan bahu kirinya.
(Name) jelas marah kepada pemuda itu yang bisa-bisanya mencoba melawan mereka seorang diri, bahkan baru memberitahunya saat Matthias sudah dalam keadaan terpojok oleh banyaknya musuh.
"Si bodoh itu, awas saja kalau kau sampai mati."
"Aku takkan pernah memaafkanmu."
(Name) kembali menambah laju motornya demi cepat sampai ke tujuannya dan menyelamatkan Matthias.
Skip
Ckiiit! Tiba ditujuan (Name) pun segera beranjak dari motornya dan bergegas masuk ke dalam gedung terbengkalai yang tampak banyak sekali bekas pertarungan disana.