⚠️Mengandung adegan kekerasan, pembunuhan, kata-kata kasar, dan berbagai hal lain yang sangat tidak dianjurkan untuk ditiru. Bijaklah dalam membacanya.
📍OOC, Fantasy, Harem, Romance, Kissing, Action, Mature++?(entahlah~🌚)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Usai...
Setelah tingkah nakal Matthias sebelumnya yang membuat saya merinding dan sulit membayang dia menggombal, kini (Name) tengah berdiri sambil bersedekap dada di pintu masuk dapur dan memandangi Matthias yang sedang sibuk memasukkan berbagai macam makanan ke dalam kulkasnya.
Ternyata tujuan pemuda itu datang adalah untuk memberikan berbagai macam makanan yang dibuat olehnya sendiri, karena saat pertama kali datang Matthias sempat memeriksa isi kulkas (Name) yang kosong melompong dan hanya diisi oleh minuman bersoda juga air mineral.
Jadilah Matthias berinisiatif untuk membuat banyak lauk-pauk untuk sang gadis makan nanti, dia tak ingin (Name) kembali menyantap makanan instan yang sama sekali tak sehat. Terlebih di dalam lemari dapur (Name) kebanyakan berisi ramyeon dan segala macam jenis mie lainnya, dari sini sudah jelas betapa tak sehatnya pola makan gadis itu.
Dan (Name) yang sempat dimarahi oleh Matthias pun hanya bisa mengangguk patuh meski tak terlalu patuh juga, sebab saat sedang dinasehati dia sesekali menjawab segala nasehat Matthias dan berkata kalau dia juga memasak dan tak sering-sering memakan makanan instan kecuali mie.
Sial, mie adalah makanan terfavoritnya nomor satu pokoknya!
Dengan begitu Matthias pun berakhir menyita beberapa persediaan mienya yang buat (Name) pun kini merajuk padanya.
Bahkan lihatlah bibirnya itu, begitu maju layaknya bebek.
"Matthias, dasar kau bajingan brengsek!" Umpat (Name) tanpa sedikit pun filter, seraya melontarkan sebilah belati ke arah pemuda tersebut yang dengan sigap menghindarinya.
Jadilah belati itu menancap tepat di samping kepalanya. "È per il tuo bene (Name), quindi pensa ⧼Ini demi kebaikanmu (Name), jadi menurutlah⧽." Balasnya sambil mendekat ke arah sang gadis dan mengusap surainya dengan sayang.
(Name) mendelik dan menepis tangan Matthias dari kepalanya. "Andato lì, non voglio più parlare con te ⧼Sudah sana pergi, aku lagi nggak mau ngomong sama kamu⧽. Hmph!" Usirnya dengan pipi yang dikembungkan dan menatap ke arah lain.
Matthias menatapnya, ada sesuatu dibalik sorot matanya yang sayangnya tak dilihat oleh (Name) karena gadis itu sedang tak melihat ke arahnya.
Setelah jeda beberapa saat Matthias terdiam, sebelum kemudian dia dengan cepat mengecup singkat bibir (Name).
Kontan (Name) melotot dan ternganga lebar kala mendapatkan kecupan tiba-tiba tersebut.
"A-apa yang─"
"Baiklah, aku pamit. Selamat malam My Queen." Sela Matthias dengan cepat dan kemudian beranjak pergi meninggalkan (Name) yang mematung ditempatnya.
Setelah beberapa detik mencerna keadaan barulah gadis itu turut beranjak dari dapur dan menuju pintu rumahnya untuk melihat Matthias dari balik jendela dan terlihat pemuda itu sudah masuk ke dalam mobilnya.
Melaju pergi dan benar-benar meninggalkan (Name) yang menatap kepergiannya dengan pandangan datar. 'Theodor...' Batinnya menyeringai beberapa saat kemudian.
"Vediamo, fino a quando puoi continuare a nasconderlo allo zio ⧼Mari kita lihat, sampai kapan kau bisa terus menyembunyikannya dari paman⧽."
Sreeet!
Cup~! Tepat setelah (Name) membalikkan badannya sebuah ciuman yang kasar pun dengan cepat dia dapatkan serta badannya yang direngkuh dengan erat oleh seseorang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.