Chapter 02

2.9K 366 16
                                        

Keesokan harinya (Name) yang telah siap dengan seragam sekolahnya pun segera melangkahkan kaki keluar rumah dan menunggu taksi yang di pesannya datang.

Skip

Setelah tiba di sekolah (Name) pun bergegas menuju ruangan kepala sekolah dengan dibantu oleh salah seorang guru yang juga baru datang.

Usai berbincang sebentar dengan kepala sekolah (Name) pun di minta untuk mengikuti seorang guru wanita yang akan menjadi wali kelasnya nanti.

“Nah kamu tunggu disini sebentar ya.” Ucap bu guru yang kita panggil saja namanya Minna.

“Baik.”

Bu guru Minna pun masuk ke dalam kelas lebih dulu. “Selamat pagi anak-anak.” Sapanya.

“Pagi bu.” Sahut sebagian murid.

“Nah anak-anak hari ini kelas kita kedatangan murid baru, (Name) silahkan kamu masuk.”

(Name) yang dipanggil pun segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas dan seketika itu pula para murid langsung sibuk berbisik-bisik mengenai (Name) yang memiliki paras yang begitu cantik.

“Silahkan perkenalkan diri kamu.”

“Salam kenal, namaku Ahn Ji-(Name) kalian bisa memanggilku (Name).” Ucap (Name) sambil tersenyum manis yang membuat para murid laki-laki langsung heboh melihatnya.

“Gila cantik banget! Apa lagi saat dia senyum barusan.”

“Ah rasanya aku akan pingsan melihatnya.”

“Silau sekali, kecantikannya sungguh membutakan mata.”

“Dia menggunakan skincare apa ya? Kulitnya putih sekali...”

“Suaranya halus banget.”

“Ibu akhirnya menantumu datang.”

“Sudah hentikan anak-anak.” Lerai bu guru Minna menghentikan kehebohan murid-muridnya sedangkan (Name) hanya terkekeh pelan melihatnya, sudah terbiasa akan perhatian seperti itu.

“Nah (Name) silahkan kamu duduk disana ya.” Tunjuk bu guru Minna pada kursi di bagian pojok belakang tepat di samping jendela.

Melihat tempat kesukaannya (Name) pun segera melangkahkan kaki menuju mejanya dengan iringan tatapan dari para murid yang kian tak lepas darinya.

‘Oke, sekarang mereka membuatku sedikit risih.’ Batin (Name) yang mencoba tuk abai sampai kemudian bu guru memulai pelajaran yang seketika semua pandangan langsung beralih ke arah depan.

(Name) pun bernafas lega lalu menatap sekitarnya untuk menemukan sang tokoh utama tetapi ia tak menemukannya yang berarti alurnya belum di mulai.

‘Okey, karena belum di mulai aku jadi bisa mendekati Dayeon lebih dulu.’

‘Jika ingin mendekatinya maka aku harus lebih dulu meraih hati orang terdekatnya agar tidak dicurigai.’

[]

Kini jam istirahat pun telah tiba dan (Name) yang sempat di kelilingi oleh para murid lain pun kini telah berhasil meloloskan diri dan sedang dalam perjalanan menuju kelas Dayeon.

(Name) mengetahui kelas Dayeon dari kepala sekolah saat dirinya baru saja masuk tadi pagi, sebenarnya bisa saja (Name) langsung menghubungi Dayeon karena mereka sudah saling bertukar kontak namun (Name) ingin memberi kejutan pada adik sang tokoh utama tersebut.

Setibanya di kelas Dayeon (Name) pun segera masuk ke dalam kelas yang terbuka mungkin karena sedang jam istirahat.

Kedatangan (Name) di kelas tersebut tentu mengundang atensi beberapa murid yang masih ada di dalam kelas termasuk Dayeon.

Menemukan orang yang dicarinya (Name) pun segera melambaikan tangan. “Dayeon-ah!” Panggilnya sambil tersenyum dan mendekati Dayeon yang sedang menatapnya terkejut.

“(N-name)... Eonnie?”

“Hehe suprise~” Ucap (Name) dengan riangnya sedangkan Dayeon tampak masih mencerna keadaan, melihat seragam yang di kenakan (Name) yang sama dengan seragam sekolahnya pun membuat Dayeon refleks menunjuk ke arah seragam (Name).

“I-ini...”

“Aku mutusin buat masuk ke sekolah yang sama sama kamu, biar bisa ketemu tiap hari hehe.” Jelas (Name) yang kemudian tanpa aba-aba langsung meraih tangan Dayeon dan segera membawa pergi remaja itu keluar kelas membuat Dayeon yang tak siap pun lantas spontan mengikuti (Name) yang menariknya.

“K-kita mau ke mana?” Tanya Dayeon di tengah-tengah perjalanan mereka.

“Kantin! Dan untuk merayakan pertemanan kita aku bakal mentraktirmu disana.”

“Ah jangan mencoba untuk menolaknya ya, karena aku takkan menerima penolakan apapun darimu hari ini.” Tambah (Name) tanpa membiarkan sedikit pun untuk Dayeon menolaknya.

Dayeon yang mendengar itupun hanya menghela nafas dan memilih untuk mengikuti saja keinginan teman pertamanya itu yang kepribadiannya cukup unik dari orang lain yang pernah dia temui.

[]

(Kita skip saja ya)

6 bulan kemudian.

Tak terasa enam bulan pun telah berlalu (Name) yang sudah sangat dekat dengan Dayeon pun sering menghabiskan waktu bersama setiap kali hari libur atau pun saat pulang dari sekolah.

Seperti sekarang ini keduanya tengah berada di timezone untuk bermain bersama di hari minggu dan tentunya semua makanan ataupun segala macam barang (Name)lah yang membayarnya.

Selama 6 bulan tersebut (Name) bukan hanya bermain dengan Dayeon dan sekolah saja tapi gadis itu juga mencari uang dengan bakat dan kecerdasan yang dimilikinya.

Hingga sekarang (Name) telah memiliki banyak sekali uang yang dia simpan di beberapa bank yang ada di Korea dan tentunya sebagian uang adalah hasil dari pekerjaan ilegal yang dilakukannya dengan cara menjadi hacker jenius yang sering menjual berbagai informasi rahasia dari orang-orang berkuasa yang juga melakukan banyak hal ilegal di belakang kamera.

Selain itu pekerjaan dari Ahn Ji-(Name) sebagai pembunuh bayaran telah diteruskan oleh (Name) -yang sekarang- yang akan ia lakukan jikalau targetnya memang pantas untuk di singkirkan.

Dan untuk kamuflase dari uang yang di dapatkannya dari kedua pekerjaan tersebut (Name) pun membuka sebuah online shop yang menjual berbagai macam aksesoris wanita yang dibuat olehnya sendiri dan sekarang telah berkembang pesat hingga tersebar ke beberapa negara lain.

Ah online shop miliknya pun juga sudah memiliki beberapa toko yang bisa di datangi langsung oleh para pembeli yang memang sangat menyukai aksesoris buatan tangannya.

Note: Rosella Aksesoris itulah nama untuk toko dan online shop-nya sedangkan untuk nama samarannya sebagai hacker adalah Luiz dan untuk codename sebagai pembunuh bayaran adalah Twilight.

Setelah puas bermain (Name) pun mengantar Dayeon pulang dengan mobilnya yang telah legal untuk dirinya kendaraai sebab (Name) yang sudah memiliki kartu SIM.

Setibanya di rumah Dayeon (Name) pun melihat kakek dari temannya itu juga baru pulang dari luar, segera ia ikut keluar dari mobil dan menghampiri si kakek yang saya tidak tahu namanya siapa.

“Halo kakek.” Sapanya riang yang dibalas senyuman hangat dari kakek.

“Sepertinya kalian sangat bersenang-senang ya?” Ucap kakek sambil melihat pada Dayeon yang semenjak kenal dengan (Name) cucunya itu akhir-akhir ini selalu tersenyum dan tak lagi terlihat sedih.

Mereka pun mengobrol sebentar sebelum kemudian (Name) akhirnya pamit untuk pulang karena hari pun sudah mulai menggelap sepertinya akan segera turun hujan.

“Kek, aku sangat senang bisa bertemu dengan (Name) eonnie.” Ucap Dayeon setelah (Name) pergi dari sana.

“Dia orang yang baik.” Lanjut Dayeon yang membuat kakek segera mengusap surainya sambil tersenyum.

Usai itu keduanya pun lantas masuk ke dalam rumah dan hujan pun turun setelahnya. 

High School Soldier X ReaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang