[DILARANG PLAGIAT]
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
⚠️Mengandung kekerasan dan 18+ harap bijak dalam memilih cerita/bacaan
Loora, gadis cantik dan mungil. Dia adalah salah satu penghuni panti asuhan cahaya. Dia dikenal karena seorang murid yang bisa bersek...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Budayakan vote sebelum membaca, ya! Hehe:)
⚠️
♪Happy Reading♪
BAB. 2
Jam dua siang, bel pulang sudah berbunyi. Guru pun sudah mengakhiri pembelajaran hari ini, seluruh murid berhamburan untuk pulang.
Berbeda dengan Loora Rainata, gadis itu akan menunggu lima hingga sepuluh menit supaya koridor dan halaman sekolah sepi. Loora takut dibully lagi meski itu sering ia dapat dari murid di Bina Jaya.
Loora membereskan buku dan peralatan lainnya, lalu memasukkan ke dalam tas warna hitam miliknya. Setelah beberapa waktu, ia berdiri dari tempat duduk dan berjalan keluar kelas seorang diri.
Sampai di depan gerbang, Loora celingak-celinguk mencari angkot. Namun, tidak ada satupun kendaraan beroda empat itu yang lewat.
Tin ... tin!
Loora terkejut oleh suara klakson motor di belakangnya. Gadis itu membawa tubuhnya berpindah ke pinggir guna memberi jalan untuk motor itu.
"Loh, Loora, ya?" tanya seorang cowok, pengendara motor yang membunyikan klakson tadi.
"Emm ... Rifqi, ya?" Loora lupa lupa ingat nama cowok itu.
"Yap, betul sekali." Rifqi Dio Zegara salah satu teman Nendra, sang ketua osis.
"Lo mau balik, Ra?"
"Mau pergi kerja," jawab Loora jujur.
Rifqi melotot kaget. "Loh, lo kerja?" tanya Rifqi.
Loora mengangguk. "Iya, gue kerja."
"Wah, hebat banget sekolah terus kerja juga," ujar Rifqi.
"Omong-omong, lo kerja di mana?"
"Di The Oniria Coffe."
"Itu kayak kafe langganannya si Seno," gumam Rifqi setelah mendengar jawaban Loora.