[DILARANG PLAGIAT]
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
⚠️Mengandung kekerasan dan 18+ harap bijak dalam memilih cerita/bacaan
Loora, gadis cantik dan mungil. Dia adalah salah satu penghuni panti asuhan cahaya. Dia dikenal karena seorang murid yang bisa bersek...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Anak itik kecebur got Hai cantik jangan lupa vote
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~By pinterest~
♪Happy Reading♪
BAB. 11
Tengah malam Loora terbangun dari tidurnya, matanya mengerjap beberapa kali karena silau. Gadis itu tersadar jika saat ini ia berada di kamar yang bukan miliknya.
"Lah, ini kayak kamarnya Alano," ucapnya.
Loora segera turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu lalu membukanya. Gelap, itulah yang ia lihat saat pertama kali keluar dari kamar.
Gadis itu berjalan ke arah ruang tengah karena saklar lampu berada disekitar meja televisi. Meraba-raba sekitar agar ia tidak jatuh.
"Al," panggilnya pelan.
"Alano," panggil Loora sekali lagi, tetapi tidak ada sahutan. Apa cowok itu belum pulang pikirnya.
Jedakkkkk
"Arghhhh, sakittttt." Karena ruangan ini gelap membuat Loora kesulitan berjalan dan berakhir kakinya menabrak meja.
"Siapa, sih, yang naro meja di sini?" gerutunya, meski begitu ia tetap berjalan menuju saklar lampu.
Ctakkk
Saat lampu berhasil ia hidupkan, pemandangan pertama yang ia lihat adalah Alano yang tertidur meringkuk di sofa. Loora melotot menatapnya.
Gadis itu berjalan mendekati Alano, duduk di lantai dekat sofa menjajarkan tubuhnya dengan Alano yang terbaring.
"Ganteng," gumam Loora pelan sekali supaya tidak mengganggu macan tidur.
Loora terkikik karena pikirannya sendiri, apa-apaan macan tidur. Macan mah kalah garang dengan Alano.
Gadis itu bergegas masuk ke dalam kamar guna mengambil selimut, lalu kembali ke ruang tengah. Tubuh Alano yang meringkuk ia tutup menggunakan selimut.