[DILARANG PLAGIAT]
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
⚠️Mengandung kekerasan dan 18+ harap bijak dalam memilih cerita/bacaan
Loora, gadis cantik dan mungil. Dia adalah salah satu penghuni panti asuhan cahaya. Dia dikenal karena seorang murid yang bisa bersek...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alooo ... sebelum membaca yuk follow dulu Ig: @nndaardl dan @enzagros_gang Tiktok: @nndaardl Wattpad: @nndaardl
♪Happy Reading♪
BAB. 24
"Maafin, Bunda."
Memejamkan mata dengan rapat adalah hal yang pertama kali Nendra lakukan setelah mendengar ucapan permintaan maaf dari Nina. Dirinya masih belum percaya jika Bundanya berselingkuh di depan matanya sendiri. Pantas saja, tak jarang orang tuanya itu bertengkar karena saling tuduh. Nendra baru mengerti sekarang, jika itu bukan hanya tuduhan semata.
Saat ini, Nendra sedang duduk bersama Nina dan seorang pria yang ia yakini sebagai selingkuhan wanita itu.
Pria dengan kacamata yang bertengger di hidungnya dan setelan jas abu-abu yang orang itu kenakan membuat Nendra yakin pria tersebut merupakan teman kantor Nina. Namun, Nendra tak yakin jika pria itu atasan Nina yang sering Dimas bicarakan.
Terlalu lama diam, Nendra membuat Nina duduk dengan tidak tenang. Wanita itu terus memainkan jemarinya di atas meja sembari menatap sayu anak satu-satunya.
Dalam hati ia berdoa agar Nendra mau memaafkannya dan tidak berpikir yang macam-macam. Ia juga berharap semoga hidup putranya tidak hancur setelah ini.
Disatu sisi, Nendra tidak mampu mengeluarkan sepatah kata apa pun. Dirinya bungkam, hatinya begitu sakit melihat apa yang terjadi. Melihat ayahnya yang masih terbayang oleh sosok mantan kekasihnya dulu saja membuatnya sudah terpukul apalagi sekarang, melihat kehancuran keluarganya di depan matanya sendiri.
Nendra tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini, menangis pun ia tidak bisa. Mengeluarkan suaranya pun ia tidak mampu. Namun di dalam hati ia seakan menjerit.
Satu detik, dua detik, tiga detik, hingga tiga puluh menit lamanya Nendra diam. Membuat Nina dan pria yang duduk di sebelahnya menatap anak itu was-was.
Tuk!
Jari telunjuk Nendra memukul pelan meja kaca yang berada di depannya hingga menimbulkan bunyi. Setelah terdiam cukup lama, akhirnya ia berani menatap sang bunda dan pria yang tak ia kenal itu, menatap dengan tatapan penuh kecewa.
"Cerai sama Ayah, kalian hidup dengan orang-orang yang kalian cintai dan jangan cari Nendra lagi!" ucap Nendra dengan tenang, tetapi mampu menghunus relung hati Nina.
Wanita itu sangat terkejut dengan pernyataan sang putra. Bagaimana bisa anak itu menyuruhnya bercerai dengan Bagas. Apalagi dirinya tidak boleh mencari anak semata wayangnya ini. Jika boleh jujur yang membuat ia bertahan atas rumah tangganya dengan Bagas adalah Nendra.