[DILARANG PLAGIAT]
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
⚠️Mengandung kekerasan dan 18+ harap bijak dalam memilih cerita/bacaan
Loora, gadis cantik dan mungil. Dia adalah salah satu penghuni panti asuhan cahaya. Dia dikenal karena seorang murid yang bisa bersek...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . . .
♪Happy Reading♪
BAB. 19
Masih dalam suasana pesta ulang tahun Tya yang ke tujuh belas. Semakin malam, semakin ramai tamu undangan yang datang. Entah itu murid Bina Jaya atau dari sekolahan lain. Buktinya banyak juga dari SMA Pertiwi yang hadir malam ini, termasuk geng Elang.
Tetap di meja yang berisi Inti Enzagros, Loora, Sakura, dan Nabila menikmati penampilan artis terkenal yang sedang menyanyi di atas panggung kecil yang telah disiapkan.
Ho uouhhhhh ... Ku akan terus belajar Untuk melupakan kamu Yang begitu mudah Melupakanku
Hooo ... uooo ...
Semua tamu sangat menikmati penampilan artis tersebut. Semua lagunya tidak pernah gagal untuk membuat pendengar ikut bernyanyi. Buktinya Seno, Rifqi, Jo, dan Faisal sudah ikut menggerakan tangan mereka di atas kepala ke kanan dan ke kiri. Mereka juga ikut bernyanyi sesuai lagu yang dibawakan.
Alano menatap Loora yang melihat ke arah penyanyi di atas panggung itu. Senyumnya mengembang ketika Loora juga tersenyum.
Usai .... Sudah semua cerita Yang telah kita ukir berdua Meninggalkan dirimu adalah Hal terberat yang harus ku jalani
Aku memang kehilangan Kamu yang sangat ku cintai Namun kau tlah kehilangan Aku yang sangat mencintaimu
Aku yang sangat mencintaimu ....
Lagu berjudul Usai itu telah selesai dibawakan. Para tamu bertepuk tangan untuk mengapresiasi penyanyi itu.
"Satu lagu sudah selesai. Mau lanjut apa udahan, nih?" goda sang penyanyi muda itu.
"Lanjuttttt." Tak ayal anak buah Alano berteriak mengikuti para tamu lain yang meminta untuk lanjut.
Penyanyi itu mengangguk lalu memberi kode kepada pemain bandnya.
"Oke, karena kami sudah membawakan lima lagu dan kami akan melanjutkan dengan melantunkan satu tembang lagu lagi. Oh ya, omong-omong di antara kalian ada yang bisa nyanyi nggak, sih? Kalo ada boleh, lah, satu cewek dan satu cowok duet di sini."
"Oke-oke. Lanjut oke?"
Lalu musik pun dimulai. Penyanyi itu memimpin semua tamu untuk ikut bernyanyi. Suasana malam itu sangat hangat. Ada yang bertepuk tangan bahkan melambaikan tangan mereka di atas kepala ke kanan dan ke kiri mengikuti irama musik yang menenangkan.