[DILARANG PLAGIAT]
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
⚠️Mengandung kekerasan dan 18+ harap bijak dalam memilih cerita/bacaan
Loora, gadis cantik dan mungil. Dia adalah salah satu penghuni panti asuhan cahaya. Dia dikenal karena seorang murid yang bisa bersek...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . . . .
Apa kabar gais?
Jangan lupa follow ya
Ig : @nndaardl Tiktok : @nndaardl
❤️🔥
♪Happy Reading♪
BAB. 13
"Lo dateng nggak ke ultah Tya?" tanya Nabila pada teman sebangkunya yaitu Loora.
Loora menoleh pada gadis itu lalu menggidikkan bahunya pelan. "Enggak tahu, Bil."
"Gue sebenarnya males banget, Ra, dateng, tapi gue juga kepo semewah apa acara dia secara Tya kan anak orang kaya."
Perkataan Nabila membuat Loora menerawang jauh ke acara Tya nanti ya pasti mewah, jelas karena Tya merupakan anak dari pasangan Zikri Wijaya Faye dan Nita Putri Nitama.
Siapa yang tak kenal Zikri yang merupakan pengusaha kaya raya di kota ini. Bahkan perusahaannya sebanding dengan perusahaan yang dipimpin orang tua Alano.
Loora, gadis itu menghela nafasnya dalam, setiap ulang tahunnya akan dirayakan sederhana oleh Ibu Nining dan adik-adik panti. Hanya tumpeng nasi kuning dengan beberapa macam lauk seadanya.
Jika dipikir-pikir ulang tahunnya yang akan datang tepat bersamaan dengan hari ulang tahun Tya beberapa hari lagi. Adik panti sudah banyak yang diadopsi hanya tinggal Melati, Zero, dan Caca.
Mengingat adik pantinya ia merasa rindu dengan yang lain, "Denis, Sherli, Fitri, Kala, Nala. Kak Ara rindu kalian," ucapnya dalam hati.
Bughh
"Awsss sakit, Bil!" Loora memegangi bahunya yang digeplak dengan kuat oleh Nabila.
"Lagian lo ngelamun aja," sahut Nabila lalu cekikikan merasa tidak bersalah.
Loora masih mengusap bahunya dengan bibir manyun.
"Ini pulang masih lama nggak? Bosen daritadi jamkos mulu," celoteh Loora pelan, tapi masih dapat didengar baik oleh Nabila.
Entah akhir-akhir ini mereka berdua menjadi dekat. Dari kelas satu memang mereka sebangku, tetapi mereka berdua sangat jarang ngobrol di luar jam kelas.
Apakah Loora akan punya teman baru yaitu Nabila? Semoga saja iya.
"Lima belas menit lagi anjir! Gue juga udah bosen banget dari selesai istirahat kelas kita jamkos, nih, guru pasti makan gaji buta, ya. Alasannya rapat terus. Apa, sih, yang dirapatin?" cerocos Nabila membuat Loora memutar kedua bola matanya malas. Ternyata cerewet juga teman sebangkunya ini.