🎶 Jatuh Cinta : CJR 🎶
.
.
.
"Woy Gibran!" Teriak salah satu siswa laki laki yang sudah berada di lapangan sembari mendribble bola.
Gibran sedikit berlari mendekati sekumpulan siswa kelasnya. "Gue lupa, untung ngeliat keluar kelas tadi."
"ANAK ANAK, NGUMPUL DISINI!" Suara bariton milik guru olahraga itu terdengar.
Mereka semua segera berlari mendekati guru itu. Entah memang sengaja atau hanya keberuntungan, guru ini selalu meletakkan mereka di tempat yang panas. Padahal, tempat teduh masih banyak.
Gibran mengambil headband berwarna hitam miliknya, lalu memasangkannya di kepala. Tingkat ketampanan laki laki itu bertambah menjadi sepuluh kali lipat.
"Untuk pembelajaran kali ini, kalian di perbolehkan main sesuka hati. Berhubung guru tengah rapat, Gibran," panggil guru itu.
Gibran mengangkat tangannya keatas dan maju kedepan. "Ada apa pak?"
"Kamu yang bertanggung jawab selama pelajaran basket. Dan Dika, tugas kamu beritahu siswa perempuan kalau mereka di tugaskan ngerangkum buku cetak halaman 345-347 di buku catatan." Jelas guru itu.
Kemudian dia pergi meninggalkan lapangan besar itu.
"LARI KELILING LAPANGAN!" Titah Gibran diikuti yang lainnya.
"SETELAH ITU PEMANASAN, BARU KITA MULAI MAINNYA!" Ucapnya lagi.
***
Bola bola kertas terus berganti menyerang, kiri dan kanan tengah sibuk membalas serangan. Sementara yang duduk di tengah hanya pasrah.
"WOY SEMPAK! BERANINYA MAIN LEMPAR KERTAS LO PADA, LEMPAR UANG KEK!" Adara yang terlibat di dalam peperangan bola bola kertas itu melempar uang seratus ribu yang sudah dia bulatkan.
Serangan dari arah sana perlahan menghilang karena mereka mencari uang yang baru saja di lemparkan oleh Adara.
"ADARA LEMPAR LAGI, NANGGUNG BANGET!!" Teriak Galih yang sibuk mencari gulungan uang itu.
"Miskin lo, tapi berhubung gue baik, nih satu lagi." Kali ini uang berwarna biru.
"SERANGG!!!" Kelompok Adara melemparkan banyak bola kertas hingga menutupi sebagian kelas mereka.
Si wakil ketua kelas yang pasrah dengan semua hanya memukul papantulis beberapa kali, namun tak di dengar. Berbeda dengan ketua kelas yang malah ikut ikutan dengan mereka.
"SIAPA YANG MAU BERSIHIN INI SEMUA?! WOY SETAN SETAN GILA, KELAS KITA KOTOR BANGET ANJIR!!"
Namun, tetap saja tak di pedulikan.
Adara pergi mengacir keluar kelas, dia capek dengan tingkah yang mereka buat. Ini semua berawal dari Adara yang mencoret coret wajah Galih dkk saat mereka tertidur. Alhasil, mereka berantam.
"Gila, cape juga. Bagus gue kabur sebelum disuruh bersihkan kelas." Ocehnya.
Gadis itu berjalan sembari sedikit bernyanyi. Dia suka dengan keadaan koridor sekolah yang sepi, sangat tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sky And Ocean (GIDARA)
Fanfiction[ FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ] Selama ini, Adara dikenal sebagai "cegil" yang tidak punya urat malu. Ia mengejar Gibran dengan segala cara, meski Gibran selalu membalasnya dengan tatapan dingin dan kata-kata kejam. Namun, segalanya hancur di hari G...
