39

675 82 12
                                        

TYPO BERTEBARAN‼️
.
part ini dipenuhi Gibran Adara. so, read with enjoyment, bess!
.
.

Mauren dan Alma yang sejak tadi sibuk bergosip gosip melalui ponsel. Mauren sebagai tukang paparazi Gibran dan Adara.

Alma (mams Gibran) : Yaampun betah banget ya si Gibran disana. Maminya ditinggalin disini wkwk😅

Alma (mams Gibran) : Gapapa deh, lucu juga mereka kalau lagi akur gitu! Gasabar nunggu mereka se rumah.

Alma (mams Gibran) : Jadi gak enak deh aku sama kamu, Ren, Gibran dibiarin disitu.

Tangan Mauren dengan lincah membalas pesan Alma satu persatu dilengkapi emoji mamak-mamak pada umumnya.

Setelahnya, wanita itu meletakkan ponselnya diatas meja makan. Dia mengambil dua gelas susu coklat untuk Adara dan Gibran.

Mauren berdehem. "Udah sampai mana nih laporannya? Sampai pelaminan?" Goda Mauren sembari meletakkan dua gelas susu itu diatas meja.

Adara menegakkan tubuhnya, berusaha bersikap seformal mungkin. "Bunda jangan nambah nambah lagi deh!" Ketusnya. Menurutnya bundanya ini sama saja seperti Gibran. "Gibran ni satu nggak serius ngetiknya."

Gibran bersandar santai disofa, dia menatap Mauren dengan senyuman miring andalannya. "Serius kok, Bunda. Malah Gibran buatin Adara bab tambahan. 'Prosedur menjaga Adara 24 jam.' "

Mauren tertawa renyah, dia mengusap bahu Gibran. "Ada ada aja kamu. Yaudah lanjutin deh. Oh iya Gib, mami udah ngizinin kamu disini sampe besok. Soal seragam besok diantar sama supir dirumah kamu."

"Siap bundaa."

Setelah bunda Mauren masuk, keheningan kembali menyelimuti ruang tamu. Hanya suara detik jam dan bunyi keyboard. Gibran fokus merapikan rumus-rumus kimia dan struktur sel yang tadi sempat berantakan karena noda kopi.

Mereka terus bekerja sama menyelesaikan makalah Adara ini. Hingga malam semakin larut.

"Ra, lo nggak ngantuk?" Tanya Gibran disela sela dia mengetik.

Adara mengucek mata kirinya. "Belum, gue mau nemenin lo sampai bab terakhir selesai." Gadis itu berbohong, sejak tadi dia sudah mati matian menahan kantuk.

Gibran tersenyum. "Oke-oke."

***

"Mami, Gabrin mana? Kok dari tadi belum pulang sih? Kok mami nggak kecarian? Mami nggak khawatir sama kakak??" Pertanyaan itu terus keluar dari mulut Anca. Dia risau dengan kakak satu satunya yang sejak tadi tak kunjung pulang, apalagi ini sudah larut malam.

Alma tersenyum tipis. "Kakak kamu nggak pulang malam ini, dia bantuin kak Adara nyelesain tugas." Jelas Alma.

"Kenapa harus Gabrin? Terus mami bolehin dia nginap disana?"

"Anca sayang, mami bolehin Gibran nginap disana ya karena ini. Kamu lihat jam kan? Mami lebih takut dia pulang kebut kebutan, kamu tau sendiri kan kakak kamu itu bagaimana?" Jelas Alma sembari merapikan rambut anak bungsunya.

Anca mengangguk paham. "Ooh begitu. Pasti dia lagi kesenangan ni mi, punya waktu banyak sama Kakak itu."

Alma terkekeh pelan. "Yasudah, kamu tidur sana besok sekolah."

Sky And Ocean (GIDARA)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang