27

610 64 4
                                        

🕊 H A P P Y R E A D I N G 🕊
.
.

"Abill, gue gabisa pulang bareng lo." Adara merapikan rambutnya yang terbang terkena tiupan angin.

"Terus, lo balik sama siapa Zo??"

"Sama Gibran, katanya adiknya mau ketemu sama gue."

Arbil beralih menatap sepatu Adara yang talinya terlepas. "Kebiasaan lo dari dulu, ceroboh." Dia menjentikkan jatinya di dahi Adara.

Sementara gadis itu hanya terkekeh pelan. "Iya maap, gue perbaiki." Dia mengikat tali sepatunya hingga terbentuk simpul pita disana, sama seperti sebelahnya.

"Yaudah, gue sendiri aja ya kerumah bundii. Soalnya udah kangeeennn bangeett sama bundi ku sayang."

"Dihh, yaudah sono. Dia juga pasti bakalan kaget lo tiba tiba sampai di rumah."

"Masih rumah yang lama kan, Zo??"

"Iyaa, yaudah gue duluan ya Bil. Hati hati lo jangan suka ngebut."

"Iyaa bawell, udah sana calon suami nunggu nanti." Cemeehnya.

Adara memukul helm yang terpasang dikepala Arbil dengan kuat. "Lo bilang gitu sekali lagi, habis lo gue tampar."

Untung saja Arbil sudah terlebih dahulu membaluti kepalanya menggunakan helm, jika tidak, habislah dia.

"IYA ZORAA, MAAF."

"Sama aja lo ngeselin." Adara berjalan meninggalkan Arbil yang tengah menyalakan motor sportnya dan pergi dari sana.

⊹₊˚‧︵‿₊୨ᰔ୧₊‿︵‧˚₊⊹

Tepat disaat Adara sampai, Gibran juga tengah berjalan mendekat kearahnya. "Ayok, Ra." Dia menjulurkan tangannya didepan Adara.

Adara mengerutkan alisnya heran. "Why?"

Gibran berdecak, dia menarik tangan Adara lembut dan menggenggamnya.

BLUSSHH

Wajah Adara memerah, tak seperti biasanya dia seperti ini. "Wah ga aman. Gilak, GAAMAN!"

"Abel," Gibran memecah keheningan yang sempat terjadi beberapa saat.

"Eh, ah, ee.. aa iya, ayok." Ucapnya gugup. "Abal, abel, ciee panggilan kesayangann ni??" Batinnya, tanpa sadar dia menarik senyumannya.

Gibran membuka pintu mobil dan melirik Adara, wajahnya seperti menahan salting. Ingin rasanya ia mencubit wajah gadis itu sekarang. "Lucu banget sialan!"

Gibran berdehem pelan. "Ra?"

"Diem, gue salting." Setelah mengatakan satu kalimat itu, ia membekap mulutnya sendiri. "Aduhh bodoh banget, banget, banget, bikin maluu." Adara menutup matanya rapat.

Gibran menggeleng gemas, dia mengacak rambut Adara pelan. "Lucu." 

WAH WAH WAH, Wajah gadis itu bertambah merah padam. Dia dengan cepat masuk kedalam mobil dan menutup pintu mobilnya kuat.

Sky And Ocean (GIDARA)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang