26

564 55 1
                                        

H A P P Y R E A D I N G
.
.

⊹₊˚‧︵‿₊୨ᰔ୧₊‿︵‧˚₊⊹

"Ini kenapa sih?"

Gadis dengan rambut kuncir kuda itu memungut beberapa kertas yang terjatuh dari mading. Tangannya terus mengutip kertas kertas berwarna warni entah milik siapa.

Dia berdecak sebal setelah membaca isi kertas tersebut.

Semoga, anak baru itu ngebaca tulisan gue!

HAII KENALAN YOK SAMA GUE?? lo cakep banget, tapi sayang udah keduluan gue sama Adara gatel itu, iuh!

Isi kertas pertama, seperti itu lah isinya. Tangan gadis itu meremukkan kertas satu itu. Dia beralih ke kertas kedua, berwarna jingga.

Kok bisa sih Mavendra masuk sekolah ini! Gue kan jadi semangat buat liat basket. KALAU VENDRA BACA INI, GABUNG TIM BASKET YAA!! OMOOO GUE BAKALAN JADI GARDA TERDEPAN BUAT LIAT LOO VENN!!

Itu yang kedua. Ternyata ada juga yang mengenal Arbil disana.

Adara menggeleng pelan. "Kurang kerjaan isi kertas ini semua." Dia membuangnya ke tempat sampah yang sudah terletak apik di sebelah mading. Semua kertas itu ia buang kecuali kertas kedua yang berwarna jingga itu, karena cuma tulisan itu yang isinya waras, selebihnya ngelantur begitu pikir Adara.

Kini, dia beralih mengambil satu kertas kecil berwarna pink miliknya lalu mengambil pena dan mulai menulis disana. Setelah selesai dengan kegiatannya, ia pergi meninggalkan mading itu.

Dia berjalan menyusuri koridor dengan santai, menghiraukan tatapan sinis dari beberapa siswa yang ia lewati. Sesekali ia bersenandung kecil agar tidak terasa sepi.

"YaAllah, Abil.." Adara yang melihat Arbil penuh dengan coklat dan bunga yang ia bawa ditangannya menggeleng kecil.

Arbil melirik Adara. "ZORA! BANTUIN GUE." Perintahnya, sementara gadis gadis yang lain mendadak diam dan ikut melihat siapa yang Arbil panggil.

Mereka melongo melihat Adara yang dipanggil oleh Arbil, apalagi dengan sebutan yang berbeda. Wah, ada hubungan apa mereka? Pikir gadis gadis itu.

"Santai dong matanya, ah." Batinnya. "OGAH AH! LU AJA GUE MAU KE KANTIN, LAPAR, BAYY!" Adara berlari kecil meninggalkan Arbil yang memanyunkan bibirnya kesal.

"Oalah mantan, untung mantan kesayangan!" Ujarnya yang dapat didengar oleh beberapa gadis disana.

Arbil mengatupkan bibirnya, dia terlalu sarkas, Astaga!

"What?? Mantan??"

"VENDRA MANTANNYA ADARA??"

"IH KOK BISA VEN???"

"Pantesan punya panggilan sendiri, mantan ternyata."

"JELASIN GA??"

Arbil menggigit dalam bibirnya, dia kemudian mengambil ancang ancang untuk berlari. "Aduhh, gue kebelet, permisii." Ia berlari meninggalkan sekelompok gadis cantik itu. "MAKASI COKLATNYA CANTIK!" cih, memang buaya!

Mereka semua yang mendengar itu teriak dramatis. Oh Tuhan! Benar benar gila.

"Berita baru guys?" Tanya Mawar yang baru saja melangkahkan kakinya didepan para gadis yang tengah salting tadi.

Sky And Ocean (GIDARA)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang