02: Perjalanan

88 49 2
                                        

***

~Tahun 479 Kalender Caxido~

Ini dunia lain. Dunia yang jauh berbeda dibanding dunia Putri sebelumnya. Didunia ini tidak ada handphone, game, listrik, mobil, pesawat, perahu terbang, dan semua teknologi modern lainnya. Justru, didunia ini terdapat sihir, monster dan bahkan iblis yang sangat membahayakan kehidupan manusia. Namun semua hal itulah yang justru memotivasi Putri untuk pergi kedunia ini.

"San, disini pemerintahannya kerajaan kan?" tanya Putri seraya memandangi Sandra dengan mata berbinar-binar.

"Ah, iya benar Putri."

"Kalau gitu pasti ada raja, pangeran, putra mahkota, duke, marquess dan sebagainya kan???" Putri mendekatkan wajahnya kepada Sandra dengan kilauan dimatanya semakin bersinar.

"Yaa, saya dengar sih begitu...." Sandra memundurkan wajahnya. Menjawab pertanyaan Putri seraya menarik sudut bibirnya membentuk senyuman canggung.

"Yosh! Huehehe...siapa ya yang harus kuincer...hehehehehehe....."

Putri tertawa cekikikan. Wajahnya tampak seperti orang mesum yang akan menerkam siapa saja yang menarik perhatiannya detik ini juga.

Kei dan Sandra hanya menghela napas berat dibelakang Putri. Ini memang reaksi yang sudah mereka duga sebelumnya, jadi tidak ada yang perlu dikagetkan lagi. Karena orang seperti inilah Putri, orang yang selalu bermimpi namun ajaibnya mimpi itu dapat selalu ia capai dengan tangannya sendiri.

"Mungkin karena inilah dia disebut keajaiban...," batin Kei dan Sandra.

"Btw ges, ini masih lama kah jalannya? Kaki gueh udah pegel," keluh Putri seraya memijat-mijat lutut kakinya.

Pasalnya sudah hampir satu jam mereka berjalan dan sampai sekarang hanya terdapat pepohonan sejauh mata memandang. Putri mulai meragukan petunjuk arah dari Sandra. Ia memicingkan matanya pada gadis twin tail itu.

"I-ini jalan yang benar kok. Hanya saja jaraknya memang jauh karena saya takut jika ada orang yang akan menemukan rumah anda jika terlalu dekat dengan kota," jelas Sandra dengan senyum canggung. Putri pun mengangguk paham karena alasan yang Sandra berikan ada benarnya juga.

Putri pun menahan diri dan kembali melanjutkan perjalanan. Ia ingin sekali berhenti untuk beristirahat, namun rasa semangatnya untuk melihat kota dunia fantasi ini masih berapi-api. Karena itu ia terus berjalan meski kakinya sudah terasa akan patah. Putri memang tidak memiliki stamina yang kuat karena selama ini dirinya terlalu disibukkan dengan penelitian. Lagi pula didunianya ada kendaraan yang mempermudah perjalanan, jadi tidak perlu repot-repot jalan kaki.

"Kei, kau gak ada niatan buat gendong aku gitu?" sindir Putri tapi wajahnya masih tertuju kedepan. Pertanyaan tiba-tiba itu membuat Kei terlonjak kaget. Ia bahkan menjadi sedikit gelagapan akibatnya.

"Ha-haruskah...?" tanya Kei lirih.

"Pake nanya lagi. Inilah makanya kau disebut produk gagal." Pernyataan itu sontak membuat Kei terdiam membeku.

Kei memang tidak memiliki hati nurani ataupun otak untuk bernaluri. Yang ia miliki hanyalah sebuah CIP dan program yang Putri setting sedemikian rupa hingga menjadi dirinya. Tapi entah mengapa, kalimat yang baru saja Putri lontarkan itu membuat Kei merasa sangat sedih.

Tidak seperti Sandra, Kei dibuat lebih dulu dan mungkin karena itulah ada berbagai macam kesalahan pada programnya. Dan hal itu sempat membuat Putri cukup stress memikirkannya. Namun untungnya setelah berbagai macam perbaikan, Kei dapat berfungsi seperti dirinya yang sekarang ini. Meski tidak dapat dipungkiri Kei akan error sesekali dan membuat Putri cukup kesal. Tapi tetap saja hal itu tidak membenarkan Putri untuk bersikap buruk padanya.

When The Genius Woman Went to Another World [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang