***
"Anda tidak perlu khawatir. Karena mereka hanyalah robot yang tidak memerlukan makan dan minum."
Putri mengungkapkan fakta itu dengan begitu santainya. Ia bahkan tersenyum seolah itu bukanlah apa-apa. Membuat ketiga orang disana terdiam seketika. Sandra yang selama dua bulan terakhir tinggal didunia ini saja selalu menutup dengan rapat tentang dirinya yang hanya sebuah robot. Namun saat ini, detik ini, Sandra seketika merasa bahwa usahanya tersebut seakan sia-sia.
"Robot apa maksud anda...?" tanya Giselle bingung. Ia belum pernah mendengar istilah itu sebelumnya. Dan ia juga penasaran apa kaitannya "robot" ini dengan tidak perlu makan dan minum.
"Robot adalah sebutan untuk sesuatu yang terbuat dari besi yang disusun hingga membentuk suatu hal. Jika dalam kasus Kei dan Sandra, bisa dibilang mereka adalah manusia buatan yang berbahan dasar besi dan di program sedemikian rupa hingga dapat bersikap seperti manusia," jelas Putri panjang lebar kemudian menyeruput tehnya.
Meski dengan penjelasan sepanjang itu. Tampak Giselle yang masih menunjukkan ekspresi bingung diwajahnya. Putri yang sudah menduga reaksi itupun terkekeh. Ia kemudian kembali membuka mulutnya tuk mencairkan suasana diantara mereka.
"Anda tidak perlu berusaha untuk mengerti. Anggap saja mereka seperti benda berwujud manusia yang dapat berbicara," ucap Putri menunjukkan senyuman.
"Tapi...." Putri meletakkan cangkir tehnya kembali keatas meja. "Mereka adalah anggota keluarga saya yang berharga, tidak akan saya maafkan jika ada yang berani berlaku buruk pada mereka." Putri berucap seraya memalsukan senyumnya.
Giselle yang melihat senyuman itu merasa sedikit merinding. Ia memang sudah menduga bahwa ada sesuatu yang lain dari wanita didepannya itu. Jadi ia tidak terlalu terkejut akan perubahan sikapnya tersebut. Giselle kemudian mengangguk dan lebih memilih mengganti topik pembicaran mereka.
"Jika boleh tau, apa alasan anda berkunjung ke kota kami?" tanya Giselle.
"Saya ingin melihat dunia luar," jawab Putri singkat. Ia kemudian diam sejenak dan matanya beralih menatap jauh keluar gazebo.
"Negara saya adalah kerajaan kecil yang sangat tertutup dari dunia luar. Sudah seperti hal yang mustahil bagi kami untuk pergi keluar negeri. Dan hal itu sudah terjadi sejak pertama kalinya negara kami tercipta."
"Namun, saya tidak ingin selalu seperti itu. Saya ingin keluar dari sangkar itu dan mencicipi dunia luar. Karena itu saya kabur bersama kedua pelayan saya dan akhirnya sampai dikota ini," jelas Putri. Ia menunjukkan ekspresi sendu dibarengi dengan senyumannya yang dipaksakan.
"Tidakkah akan terjadi kegaduhan di negara anda saat ini??" tanya Giselle cemas.
"Untuk beberapa saat mungkin iya."
"Mungkin?"
"Iya, mungkin. Lagipula mereka adalah orang-orang yang menganggap bahwa laki-laki akan selalu lebih baik dari pada perempuan. Mereka hanya akan merasa kehilahan 'aset' berharga mereka, bukan seseorang," jelas Putri membuat Giselle menampakkan raut wajah sedih.
"Tapi ini juga hal yang bagus. Lebih baik menjadi seorang pelayar dilautan lepas dibanding membusuk bersama tumpukan sampah, bukankah begitu?" tanya Putri seraya menyunggingkan senyum miring.
Giselle tertegun sejenak. Ia cukup terkejut akan perubahan drastis pada ekspresi Putri. Namun disaat yang sama juga ia merasa senang. Karena ia belum pernah bertemu dengan wanita yang memiliki pemikiran seperti itu sebelumnya. Ia berpikir, bahwa wanita didepannya ini sangat mengingatkannya dengan dirinya dikala muda dulu.
Saat muda dulu, Giselle adalah gadis yang sangat jauh dari kata feminim. Ia tidak pandai berdansa, merajut, tidak menyukai pesta teh seperti nona bangsawan pada umumnya. Yang selalu ia lakukan justru hanya berpedang dan memanah. Ia juga memiliki sifat tomboy yang membuatnya tidak dapat beretiket dengan benar dihadapan bangsawan lain. Karena itulah ia selalu dikucilkan dikeluarganya. Namun ajaibanya, sifat Giselle yang seperti itulah yang menuntun dirinya untuk bertemu dengan Olgarius.
KAMU SEDANG MEMBACA
When The Genius Woman Went to Another World [TERBIT]
FantasyAriana Putri atau yang lebih dikenal sebagai Putri merupakan seorang ilmuan jenius. Seluruh barang ciptaannya membuat berbagai perubahan besar pada dunia. Lalu tanpa sepengetahuan siapa pun, Putri pun membuat sebuah alat yang dapat membuatnya pergi...
![When The Genius Woman Went to Another World [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/370765710-64-k663643.jpg)