***
Langit hitam telah tenggelam disisi barat. Digantikan dengan langit biru dan awan putih memenuhi cerahnya pagi itu. Sinar matahari pagi menyelinap masuk kedalam kamar tamu kediaman Keluarga Alvonheim. Tampak wanita yang menghiuni kamar tersebut masih sibuk menyelami alam mimpinya.
Kemudian beberapa orang pelayan tampak memasuki kamar. Dan yang berjalan didepan mereka adalah seorang gadis dengan rambut twin tail berwarna biru langit. Gadis itu berjalan menghampiri wanita yang masih tertidur nyenyak diatas ranjangnya. Tangan putih gadis itu kemudian bergerak tuk membangunkan sang majikan.
"Putri, ini sudah pagi, tidakkah anda ingin bangun?" tanya gadis itu lembut.
"Uhm ... Sandra...?" Putri bertanya dengan matanya yang sedikit terbuka. Ia masih antara sadar tak sadar akan situasinya sekarang.
"Iya, ini Sandra, Putri," jawab Sandra dengan tersenyum lembut. Mendapati itu Putri kemudian tertawa lirih tanpa sebab.
"San, aku baru aja mimpi indah banget. Dimimpi itu aku pergi keisekai terus ketemu sama cowok yang guaaannteeenggg banget. Rambutnya putih, matanya merah, tinggi, suaranya adem. Pengen kunikahin sumpah...," ucap Putri ngelantur dengan matanya yang masih terpejam.
"Hmm ... siapa namanya?" tanya seseorang dengan suara beratnya.
"Namanya Carlisle...," jawab Putri kemudian membuka matanya perlahan. Disana ia mendapati pemandangan seorang pria muda yang berdiri tepat disamping gadis twin tail. Pria itu memiliki rambut putih dan mata merah permatanya menatap lurus kearah Putri yang masih tak ingin meninggalkan ranjangnya. Sebuah senyuman terukir indah pada kulit putih pria itu.
"Selamat pagi, Putri." Itu suara Carlisle yang menyapa Putri. Sontak Putri terlonjak kaget. Ia membelalakkan matanya setelah menangkap sosok Carlisle sungguh ada dihadapannya.
"Sayangnya saya bukan mimpi, Putri. Jadi saya harap anda dapat segera bangun agar kita dapat sarapan bersama," Ucap Carlisle. Ia mengangkat sudut bibirnya hingga memunculkan senyuman lembut pada wajah tampannya. Tepat setelah mengatakan itu, Carlisle beranjak pergi meninggalkan kamar Putri.
Wanita berambut hitam itu menatap kepergian Carlisle dengan mulut ternganga. Ia masih berusaha mencerna apa yang terjadi barusan. Dan akhirnya akal sehat telah kembali pada dirinya. Wajah Putri sontak memerah seketika. Ia menenggelamkan wajahnya pada bantal dan tubuhnya mulai berguling-guling diatas kasur. Kakinya menendang-nendang udara dan mulutnya mengeluarkan suara-suara yang tidak jelas apa maksudnya.
"ITU BUKAN MIMPI!!!!!"
.
.
.
"San, harus banget kah aku pake ini? Gak ada baju lain apa...?"
Kini Putri sudah selesai mandi dan tengah bersiap mengenakan pakaian. Yang sedang dipasangkan padanya sekarang adalah sebuah gaun biru gelap dengan berbagai manik permata terpasang padanya. Rambut hitamnya pun kini ditata dengan rapi dan dipasangkan sebuah pita dibelakangnya. Putri yang sebelumnya tinggal didunia modern dan tidak pernah menggunakan gaun seperti itu pun merasa risih dibuatnya.
"Tidak ada, Putri," jawab Sandra singkat seraya merapikan gaun yang Putri kenakan.
"Gak bisa diusahain?? Korset ini rasanya bikin dadaku sesak. Terus roknya panjang banget bikin gak leluasa gerak jadinya...," keluh Putri.
Sandra yang mendengar itu pun memicingkan matanya. Ia hendak memikirkan cara agar Putri dapat menggunakan saja gaunnya tanpa mengeluh lagi. Dan kemudian satu ide cemerlang terbesit dibenaknya.
"Anda sungguh tidak ingin menggunakan gaun ini...?" tanya Sandra lirih.
"Iya," jawab Putri singkat lalu merasa sedikit aneh dengan perubahan nada suara Sandra.
KAMU SEDANG MEMBACA
When The Genius Woman Went to Another World [TERBIT]
FantasíaAriana Putri atau yang lebih dikenal sebagai Putri merupakan seorang ilmuan jenius. Seluruh barang ciptaannya membuat berbagai perubahan besar pada dunia. Lalu tanpa sepengetahuan siapa pun, Putri pun membuat sebuah alat yang dapat membuatnya pergi...
![When The Genius Woman Went to Another World [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/370765710-64-k663643.jpg)