[JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA CERITA]
****
Wanita putus asa yang hendak bunuh diri tiba-tiba terbawa arus ke tahun 2006 melalui sebuah walkman kuno. Berbagai runtutan kejadian mengubah garis takdirnya saat kembali ke 2023.
****
Freya benci hid...
WAJIB BANGET PLAY SOUND INI PLS AKU GAK KUAT BANGET NANGIS DI CHAPTER INI😭😭😭😭🤧🤧🤧
clue: tinggal klik video di atas terus dengerin sambil baca scroll chapter ini dehh💙💙
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
"Kita nanti ke tempat foto-foto dulu, yuk! Kita tidak pernah ada foto berdua!"
Ocehan yang keluar dari bibir Vena yang berusaha untuk menyenangkan dan menghibur dirinya nampak sangat sia-sia. Pikirannya penuh sekali. Sampai-sampai ia merasa putus asa. Siapa yang meneror dirinya seperti ini?
Memorinya terputar kembali saat di belakang sekolah.
"Ini saatnya!"
Freya mengetikkan nomor ponsel seseorang. Seseorang yang sangat ia curigai adalah Jovan dari bentuk dan model pesan yang dikirimkanpelaku.
Begitu menekan tombol telepon, Freya yang bersembunyidibalik pilar tinggi itu mengamatigerak-gerik Jovan yang sedang merokoklantas...
Freya terkejut bukan main. Dalam hitungan detik, laki-laki itu merogohponselnya dan mendapati sebuah telepon masuk.
Tubuhnyaberbalik badan dengan niat bersembunyi. Di sisi lain, Freya juga menutupmulutnya sendiri. Perkataan Vena ada benarnya. Jovan bukanlahkekasih yang baik.
"Hal—"
Begitu suara panggilan masuk, Freya langsung mengakhiri panggilan. Ia bersandar di tembok sembari menetralkannapasnya yang tidak beraturan hanya karena telepon itu.
"Ja-jadi...selama beberapa minggu ini...dia pelakunya?"
Meski ia tak dapat melihat apakah Jovan benar-benar mengangkatteleponnya, tapi Freya yakin serratus persen bahwa Jovan baru saja menerimapanggilanteleponnya.
Dimana...Freya menekan tombol telepon dari nomor misterius itu.
"Mungkinkah Jovan punya dua nomor dan dua ponsel?"
"Freya! Kamu dengar tidak?! Aku sudah memberi banyak tempat rekomendasi main!"
Lamunan Freya buyar begitu saja. Ia bahkan tidak sadar sudah hampir menyebrang. Begitu jalanan tidak terlalu ramai, Freya dan Vena menyebrang.