[JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA CERITA]
****
Wanita putus asa yang hendak bunuh diri tiba-tiba terbawa arus ke tahun 2006 melalui sebuah walkman kuno. Berbagai runtutan kejadian mengubah garis takdirnya saat kembali ke 2023.
****
Freya benci hid...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
"Menurut kamu, kenapa Jovan bertingkah seperti itu?"
Sringg!
Dengungan itu perlahan hilang dan kedua kelopak mata Freya terbuka sempurna saat itu juga. Pikirannya yang kosong langsung terbawa ke alam sadar bahwa ia sekarang...
"Apa yang kita lakukan?!"
Freya berhenti berjalan. Begitu melihat perempuan itu bersikap aneh saat sedang mengobrol, Binar juga ikut berhenti melangkah.
"Frey? Kamu baik-baik saja? Dari tadi aku ajak bicara kamu sepertinya tidak fokus."
Freya menatap kedua tangannya, ia menyentuh seluruh permukaan wajahnya, hingga terasa seperti nyata. Apa yang terjadi? Bukankah terakhir ia berada di taman dekat dengan lapangan lari? Bukankah ia tadi sedang bertengkar dengan Jovan?
"Apa yang terjadi, Bin? Bukankah tadi kita ada di lap-"
Freya tidak mungkin mengatakan hal sebenarnya. Ia pun sedang linglung untuk sekarang.
"Maksud aku, bukankah kita ada sekolah? Kenapa sekarang sudah malam dan kita baru pulang sekolah?"
Binar menarik sebelah alisnya tinggi-tinggi. "Bukankah tadi kamu langsung ke kelas dan kita setuju untuk pulang bersama?"
Sejak kapan? Memang gue ada setuju buat lakuin hal tersebut?
"Aduh, sakit," keluh Freya sembari memegang kepalanya yang terasa pusing dua kali lipat. Ia membeku sejenak saat mendapati ada sebuah perban luka di dahi kanannya.
"Kepala kamu masih pusing, Frey? Udah, jangan dilepas dulu, perbannya."
"Kenapa ada perban disini? Apa aku terluka?"
Binar ragu-ragu hendak menjawab. "Sepertinya kondisi pusing kamu lumayan parah. Mau aku antar ke rumah sakit saja? Atau ke klinik terdekat? Aku tahu beberapa-"
"Kamu beneran gak sadar?" Binar sedikit khawatir akan Freya. Ia bisa melihat itu dari raut wajahnya. "Kamu lagi-lagi diganggu oleh Saras sewaktu jam pulang sekolah. Aku gak sengaja lihat kamu waktu Saras dan teman-temannya itu sudah kabur gitu aja."
Percepatan memori. Mungkinkah itu terjadi di kisah-kisah time travel?
"Aku bantu kamu untuk pulang naik angkutan umum. Tapi kamu menolak. Alhasil aku perban luka kamu biar darahnya berhenti. Setelah itu kita makan di tepi jalan. Alhasil baru sekarang kita udah ada di gang menuju rumah kamu."
Penjelasan panjang kali lebar Binar mudah untuk dicernanya. Anehnya, Freya sama sekali tidak merasakan semua hal sejak ia marah kepada Jovan di taman dekat lapangan waktu itu. Semua memori seperti terpotong hingga ia sadar ada di disini sekarang, bersama Binar menuju perjalanan pulang ke rumahnya.