|||
Kau tahu nini, perasaanku sungguh buruk untukmu semenjak terakhir kali kita bertemu. Aku tak pernah merasakan kesakitan semenyakitkan ini, mungkin karena aku tak bisa melihatmu untuk waktu 6 bulan kedepan, mungkin ini hanya rasa cemasku yang berlebihan.
Nini, siapa teman yang menjemputmu dua hari lalu ?
Teman yang tak kau kenalkan padaku ? Apa hanya teman atau ada hal lain yang kau sembunyikan dariku. Nini bisakah untuk tidak memiliki kekasih selain diriku ?
Di sinilah aku malam ini, memaksa tertawa memalsukan senyuman dan yang bisa kukatakan hanyalah sungguh menyenangkan bertemu denganmu satu kali lagi.
Nini aku disini, apa kau benar tak akan datang hanya menyempatkan waktu sejenak. Nini mengapa mengabaikanku seperti ini. Jika kau tak datang aku akan menghabiskan waktu selamanya bertanya-tanya, mengapa kau tak ingin menemuiku.
"Lisa duduklah"
"Jangan sampai dia tidak melihatku jika aku duduk"
"Dia sudah mengetahui dimana posisimu lisa"
"Tapi dia tidak membalas pesanku"
"Berpikir positif, kecemasanmu ini terlalu berlebih"
Ketika jantungmu berpacu, napasmu menjadi dangkal dan keras lalu seluruh tubuhmu terasa tegang, sepertinya ada sesuatu di dalam diriku yang rusak dan aku tidak dapat melakukan apa pun untuk memperbaikinya, hanya satu hal yang mampu meredakan seluruh kecemasanku yaitu melihat wajahnya dan dia datang menghampiriku.
Sialnya aku tetap merasakan ketidaktenangan dan ini tak terkendali. Aku tak bisa melepaskan pikiran negatifku tentang dua hari lalu, siapa seseorang dimobil yang bersamamu nini ?
"Jisoo"
"Hm ?"
"Bisakah kabari aku apapun yang terjadi dengannya, apapun itu"
"Itu privacy lisa, aku tak berhak"
"Tapi jisoo---"
"Cukup percaya satu hal, jauh ataupun dekat, bersama atau tidak aku yakin dia sangat mencintaimu, aku bisa melihat itu dari jennie dan kau harus mempercayai itu"
Tapi hatiku benar-benar cemas, setiap kali aku menarik napas, aku tidak bernapas dengan damai dan tenang. Dengan setiap hembusan napas, aku mengembuskan rasa stres serta kekhawatiran. Aku semakin menyadari jika aku bukan pemegang kendali penuh atas diri dan hidupku, jennie yang memiliki seluruh diriku.
"Aku mempercayainya selalu tapi tidak sejak dua hari lalu, jennie memudarkan kepercayaanku"
"Apa yang terjadi dengan dua hari lalu ?"
Perasaanku buruk jika dia menyembunyikan sesuatu dariku, jika itu bukanlah teman melainkan seseorang yang baru didalam hidupnya. Saat aku kembali berjalan menghampiri mobil namun seketika mobil itu melaju dan semakin kencang, aku bisa melihat dari kaca belakang mobil yang tidak terlalu hitam, aku melihat siluet dengan potongan rambut pendek yang mengendarai mobil tersebut, sudah jelas jennie bersama seorang pria disana. Jennie mengabaikanku bahkan tidak membuka kaca mobilnya sedikitpun, itu sungguh menyakitkan.
"Apa jennie----"
"Picky eater, aku disini"
Sebuah suara familiar dengan sentuhan jarinya begitu lembut menyentuh bahuku. Aku tahu siapa itu, dia pemilik hidup dan hatiku, jennie datang.
"Baiklah tugasku sudah selesai mengantarmu ke bandara dan sekarang giliran kau menemani sepupuku hingga keberangkatannya jennie. Jika sudah sampai di sana kabari aku lisa"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Commitment
Storie d'amoreKisah cinta sepasang kekasih dengan perbedaan prinsip akan sebuah pernikahan. Salah satu tak akan pernah siap dengan sebuah komitment karena tak pernah melihat kebaikan dalam sebuah pernikahan, ia kehilangan kepercayaan pada sebuah pernikahan. Prins...
