30. The Commitment - She kills her inside

1.8K 202 191
                                        

|||

"Jelaskan padaku semuanya ?"

"Bagaimana kau bisa mengetahui itu ? Apa mommy mengatakannya padamu ?"

"Jangan banyak bertanya, cukup jawab dan jelaskan apa benar kau mempertaruhkan nyawamu hanya untuk anak itu ?"

Jika tidak 'anak itu' maka 'anakmu', dua panggilan itu yang selalu keluar dari mulut Lisa untuk anakku, aku memperhatikannya selama beberapa kali pertemuan kami. Jikalaupun Lisa bisa memaafkanku kali ini namun seharusnya aku sadar kemungkinan kami kembali begitu tipis karena jelas terlihat jika Lisa tidak sama sekali menyukai anakku.

"Lisa apa kau membenci anakku ? Anak itu yang selalu kau sebut adalah tetap anakku, seburuk apapun kisah kita dan seburuk apapun perlakuanku padamu namun dia tetaplah anakku. Anak itu yang kau sebut nyatanya memiliki nama, panggil dia dengan nama Lisa, dia Gray anakku. Bersikaplah lebih bijak karena kau seorang ibu, aku ingin kita berbicara tidak dalam keadaan emosi"

"Banyak bicara, aku bertanya apa benar kau rela bertukar nyawa demi anakmu itu, kau hampir keguguran namun tetap melanjutkan kehamilan, jika saja kau tahu pendarahan saat kehamilan itu berbahaya Jennie. Sudah benar kau tidak melanjutkan kehamilan karena itu akan membahayakan sang ibu, kau seharusnya mengeluarkan anakmu saat trimester pertama"

"Lisa !"

"Kau tidak mencintai dirimu sendiri Jennie"

"Aku yang berhak memutuskan apa yang terbaik untukku dan anakku. Aku tahu kau masih memendam amarah padaku namun saat ini kau berbicara dengan kebencian untuk anakku. Gray bahkan tidak mengetahui apapun Lisa, aku rasa dia tidak pantas mendapatkan kebencian darimu. Benci saja aku jangan libatkan Gray. Kau tidak mengetahui cerita sesungguhnya namun dengan mudahnya menilai demikian, aku tidak percaya kau bisa berbicara seperti itu"

Kau memiliki Ruby kau seharusnya lebih mengetahui bagaimana sakitnya melahirkan dibandingkan denganku, aku tidak mengetahui seperti apa rasanya melahirkan seorang anak karena saat terbangun, aku sudah berada disebuah kamar rawat inap dengan box bayi disisi ranjangku. Pertama kali aku membuka mata hanya syukur yang aku ucapkan, aku bersyukur masih bisa membuka mata, aku bersyukur bisa berjuang untuk anakku dan aku semakin bersyukur bisa kembali bertemu denganmu, menyelesaikan apa yang masih mengganjal dihatiku, yaitu permohonan maaf tulus darimu. Aku tak percaya hanya karena rumitnya perasaan hingga memudarkan sisi kemanusiaanmu bahkan terhadap seorang anak yang jelas tak mengetahui apapun namun kau menyimpan kebencian lebih dulu.

"Kau berjuang untuk Ruby, itupun yang aku lakukan untuk Gray, Lisa"

"Kau berbelit sekali Jennie, hanya cukup katakan padaku semuanya, apa begitu sulit ?"

Tidak berguna dan membuang waktu percuma, Lisa kembali dibutakkan amarah serta emosi jiwa. Usia memang hanyalah angka, itu tidak menjamin cara berpikirmu akan lebih dewasa.

"Aku sebaiknya pulang, terima kasih untuk kekhawatiranmu. Ternyata amarahmu masih berapi Lisa, itu tidak akan menyelesaikan masalah. Jika kau benar-benar ingin mengetahuinya, alangkah lebih baik Mommy atau Joy yang menjelaskan semua padamu. Aku tak ingin kau menuduhku melebih-lebihkan cerita, selamat malam"

Tidak sesuai harapan, kita masih begitu membutuhkan waktu dan dinginkan kepalamu. Baru saja aku membuka pintu mobilnya namun Lisa menahan tanganku seketika.

Kita bukan remaja Lisa, aku memang bersalah tapi tidak seperti ini seharusnya kita menyelesaikan masalah.

"Tutup kembali pintunya"

"Aku paham Lisa, sampai kapanpun kau akan terus mendendam kebencian padaku bahkan pada keturunanku. Aku mengerti jika kau masih geram padaku tapi tolong jangan lampiaskan kekecewaanmu pada anakku. Lisa, sebesar apapun aku mencintaimu dan merasa bersalah untukmu namun jika kau membenci Gray hanya karena kekecewaanmu padaku, aku akan selalu ada untukku anakku"

The CommitmentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang