|||
"Mama are you ok ?"
Ruby melepaskan seatbelt beranjak dari duduknya merapat pada Lisa yang tak henti memeluk kemudi, ia memalingkan wajahnya dari sang anak. Sepanjang perjalanan, Lisa hanya diam tak memiliki hasrat untuk menjawab seluruh ocehan Ruby. Lisa mengitari jalan tanpa arah hanya demi membunuh waktu hingga keberangkatan mereka tiba. Bahkan sesekali ia menancapkan gas membuat Ruby meremat kencang tangan ibunya, hingga akhirnya mereka sampai di bandara namun sudah 15 menit mereka masih bertahan didalam mobil.
Ruby memeluk Lisa yang tak henti menundukkan kepala, Lisa mencoba menghindar saat Ruby menyingkap rambut yang menutupi wajah. Ia kacau, Lisa tak ingin Ruby mengetahui jika dirinya tengah menangis, luapan kecewa yang ia tahan sejak mereka masih berada dirumah Jennie.
"Mama ?"
Ruby menyela berdiri dibelakang tubuh sang ibu, ia tak henti berusaha agar Lisa berbicara seperti biasa dengannya, Ruby tak mengetahui apapun jika ibunya tengah terluka.
"Lihat aku mama, peluk aku saja jangan terus memeluk kemudi. Kemudi itu keras sedangkan tubuhku pluffy. Huh, mama look at me ?!"
"Mama baik-baik saja hanya bisakah tunggu sebentar dan duduk dengan tenang ditempatmu"
Ruby tidak diam, ia melingkarkan kedua tangannya dileher Lisa, bertingkah seperti bayi beruang dipunggung induknya. Lisa masih mengabaikannya, ia semakin erat memeluk kemudi hingga Ruby mendengus sebal dan kembali duduk dikursinya.
Ruby memicingkan matanya begitu gemas, ia meraih ponsel dan mencari sebuah kontak. Saat ini hanya satu nama yang bisa mengembalikan sang ibu padanya yaitu 911 yang akan selalu membantunya dalam kondisi apapun, siapa lagi jika bukan sang grandma atau Jennie.
📞 Hello 911 i have an emergency
📞 Ruby sayang kau dimana---
📞 mommy Jane !
Ruby terkesiap, Lisa yang menyadari jika sang anak menghubungi Jennie seketika merampas ponsel mematikan sambungan telfon dan melemparnya kekursi belakang.
"Jangan pernah menghubungi nomor itu lagi Ruby !"
"Ak-ku hanya menghubungi mommy"
"Tidak ada mommy, dia bukan ibumu, tidak ada grandma dan tidak ada Gray. Tidak ada siapapun dari mereka yang boleh kau ingat. Kita akan pergi dari negara ini. Kau akan menemukan keluarga baru dan bukan mereka, pahami itu Ruby !"
Marah sang mama memang berbeda, seketika bisa membuatnya menciut ketakutan. Jika Lisa sudah berada dalam situasi seperti ini serta ucapan yang tegas, Ruby tak berani melawan, anak itu seketika terdiam ditempatnya bahkan ia menundukkan kepala, menggeserkan duduknya semakin menyempit disudut kursi dan pintu mobil. Ruby memainkan jemari, bibirnya sudah mulai bergetar, anak itu sedang menahan rasa sedih agar tidak menangis dihadapan ibunya.
Lisa yang menyadari sikap kasarnya seketika menghela nafas panjang, ia sudah berjanji untuk tidak melampiaskan kekesalan pada Ruby namun sulit untuk melakukannya terlebih jika itu berhubungan dengan Jennie. Lisa meraih satu tangan Ruby mengecupnya tanpa henti.
"Sorry, mama tidak bermaksud berbicara keras padamu"
"Ruby tadi takut saat mama mengemudikan mobil kencang dan sekarang mama marah, aku semakin takut. Apa sekarang mama sudah tidak marah lagi ?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Commitment
RomanceKisah cinta sepasang kekasih dengan perbedaan prinsip akan sebuah pernikahan. Salah satu tak akan pernah siap dengan sebuah komitment karena tak pernah melihat kebaikan dalam sebuah pernikahan, ia kehilangan kepercayaan pada sebuah pernikahan. Prins...
