|||
"Kita akan berlibur sebelum kau kembali ke taman kanak-kanak. Mama sedih kau tidak bersemangat dengan liburan kali ini. Hentikan wajah murung itu, gemasmu hilang kau tahu"
"Tidak hilang, aku masih gemas lihat aku mama ! Aku itu bersemangat aku hanya mengantuk karena kita pergi malam hari. Berapa lama kita berlibur mama ?"
"Kau bisa tidur sepanjang penerbangan, kita kembali sebelum musim panas berakhir"
"Mama tidak menyembuhkan orang-orang ?"
"Mama sudah mengatur semuanya kau tak perlu khawatir. Mama mengurangi jadwal dirumah sakit dan mama sedang membangun sebuah klinik bersama teman-teman dokter yang lain agar mama bisa memiliki banyak waktu denganmu"
"Apa kita hanya berlibur di Korea ? Aku ingin pergi ke Jepang, aku ingin ke Disneyland mama"
"Hanya Disneyland saja ?"
"Umh,, desa hobbiton New Zealand setelah itu kita pergi ke gua cacing juga"
"Jangan gua cacing, itu menggelikan !"
"Tidak menggelikan mereka lucu, cacing-cacing itu bersinar dalam gelap, mama penakut sekali"
Ingatkah satu keinginanku, dimana aku menginginkan nafsu selera makan serta semangatku kembali dan ya, aku mendapatkannya, sesuatu sepertinya meski tidak bersamanya. Semua terbukti, kehadiran satu manusia mungil ini berdampak begitu besar dalam hidupku, dia mampu membangkitkan semangat serta selera makanku. Beberapa tahun kebelakang aku mulai bisa memakan beberapa makanan yang disajikan asisten rumah tanggaku. Saat masih sendiri, aku jarang sekali memasak, uang dan waktu lebih banyak kuhabiskan di rumah sakit dan restaurant, aku hanya bekerja tanpa henti. Namun setelah memiliki anak, aku sadar jika aku tak mungkin egois mengorbankan diriku sendiri disaat aku sudah memiliki satu belahan jiwa yang harus kujaga bahkan hingga aku menutup mata, aku mencintai anakku setengah mati.
Namun seberapa keras aku mengunci seseorang di masa lalu, cintaku akan tetap terarah padanya, pada dia yang juga menyakitiku, mengecewakanku dan kini aku sudah memiliki belahan jiwaku yang utuh, tak akan pernah meninggalkanku maka aku sudah tidak membutuhkannya dihidupku. Aku sudah membebaskanmu bertahun-tahun lalu, aku sudah tak perduli kesakitan apapun yang kau alami, sekecil apapun itu, berbahagialah dengan pilihanmu.
"Ck, jika hanya cacing tak perlu jauh terbang ke New Zealand, dihalaman belakang rumah kita pun banyak kau gali seluruh tanah disana"
"Cacing disana berbeda mama !"
"Baiklah - baiklah terserah putri kecilku saja, lalu kemana lagi setelah melihat sekumpulan cacing ?"
"Aku ingin melihat Quokka, apa kita bisa pergi kesana ?"
"Anak sekecilmu ingin berkeliling dunia ?"
"Mama usiaku sudah lima, i'm your girl dan Ruby ingin pergi kesana, Ruby ingin berkeliling dunia bersama mama"
Autumn Ruby Manobal, dia pelipur laraku yang lahir dimusim gugur. Ruby, nama itu adalah keinginan kami meski hanya dalam angan. Jika aku tak bisa memilikinya maka biarkan aku mengambil satu namanya sebagai pelengkap kehidupanku. Aku menutup akses dari setiap orang di Korea bahkan dari Joy, aku sempat memutus seluruh kontak dari Joy bertahun-tahun lalu karena Joy yang begitu memaksa agar aku mendengarkan beberapa kabar penting yang sesungguhnya tidak penting bagiku. Aku sudah mengetahui kemana arah pembicaraan kabar penting itu.
"Apapun untuk anakku tercinta, mama akan mengatur jadwal untuk kita"
"Benarkah ?"
"Yup, apapun untuk putri kecil kesayangan mama ini, kemari duduk dipangkuan mama"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Commitment
RomanceKisah cinta sepasang kekasih dengan perbedaan prinsip akan sebuah pernikahan. Salah satu tak akan pernah siap dengan sebuah komitment karena tak pernah melihat kebaikan dalam sebuah pernikahan, ia kehilangan kepercayaan pada sebuah pernikahan. Prins...
