33. The Commitment - A Second Ring

1.9K 201 64
                                        



|||


"Kita jalankan sesuai rencana, dimana kau menyimpan cincinnya ? Jangan sampai tertinggal nanti semua berantakan dan tolong berikan sedikit parfume milikmu pada bunganya, mama lupa"

"Cincinnya ada didalam tas Ruby, bunganya sudah wangi, Ruby memberikan banyak parfume bayi favoriteku"

"Parfume bayi ?"

"Hm, yang mama belikan saat di mall kemarin, kemarin dan kemarinnya lagi"

"Ck, dia sudah dewasa bukan bayi. Maksud mama berikan parfume aroma summer swing untuk aunty Jane"

"Mommy Jane !"

"Ah-- baiklah mommy Jane 911"

Ruby mendengus sebal sementara Lisa tertawa puas, kehidupan akan semakin berjalan lebih ringan. Lisa sudah terbebas dari kekecewaan. Wajah Lisa tak henti berseri, pagi tadi ia dan Ruby terbaring di atas ranjang saling berpelukan, Lisa memang menatap langit kamar namun yang ia bayangkan adalah berguling dihamparan awan bersama Jennie seorang. Saat Ruby masih terlelap, Lisa tek henti menggangu tidur sang anak. Perasaan senangnya tak mampu ia tahan, ia ingin berbagi kebahagiaan dengan belahan jiwanya. Lisa menceritakan keinginannya pada Ruby hingga Ruby terkejut ketika Lisa mengatakan jika ia ingin meminta Jennie menjadi pendamping hidupnya, detik itupun Ruby meloncat di atas ranjangnya tanpa henti, bahagia Ruby adalah karena aunty Jane 911 nya yang akan menjadi ibunya kelak.

Bahkan Ruby begitu antusias memilih cincin yang akan Lisa persembahkan, mereka pergi ke store perhiasan sebelum akhirnya sampai di kediaman Jennie dan keluarganya.

Jennie mungkin masih tertidur karena ia tak membalas pesan Lisa satupun. Lelah serta rasa kantuk yang sesungguhnya menyerang karena mereka berdua tidak tidur sepanjang malam. Entahlah bagaimana rindu yang keduanya miliki bisa begitu besar hingga mereka melewati malam panjang, dirumah Lisa lebih tepatnya dikamar mereka yang memuat banyak kisah.

Tidak terlihat wajah lelah Lisa meski ia belum sedetikpun memejamkan matanya bahkan ia bisa merasakan jika wajahnya lebih berseri dari sebelumnya, bibirnya tak henti mengulas senyum.

Malam tadi adalah terbaik !

Ruby dan Lisa tersenyum bahagia saling menautkan jemari melangkah masuk tanpa mengetuk pintu. Lisa tidak ragu, rumah ini akan menjadi rumah keduanya kelak. Lisa melangkahkan kaki menuju dapur dimana sang ibu sedang sibuk dengan olahan pastrynya. Bahkan Ruby seketika berlari kencang saat aroma wangi menyeruak dari dapur pun dengan Lisa yang kedua bola matanya berbinar melihat banyak pastry hangat tersaji diatas meja.

"Grandma !"

"Ya Tuhan cucuku ! Haish jangan mengejutkan nenekmu seperti itu, jantung grandma berdebar kencang Ruby, astaga !"

Sang nenek terkesiap sementara Ruby menutup mulut dengan tangannya. Mommy Kim tak henti mengusap dada melihat Ruby seketika naik keatas bar stool dan duduk dimeja menampilkan tawa lebar namun dengan kecupan dikedua pipi sang nenek, berhasil membuat keterkejutannya lenyap, Ruby menggantikannya dengan rasa hangat.

"I'm sorry grandma, ini untuk grandmaku tersayang dari mama dan Ruby"

"Cucukku manis sekali, terima kasih bunganya cantikku, tadi grandma kesal tapi sekarang sudah tidak. Banyak sekali kau membawa bunga, untuk siapa itu ?"

"Ini untuk oppa satu tangkai dan satu buket ini untuk mommy Jane, Ruby dan mama yang memilih semua bunganya grandma, cantik bukan ?"

"Mommy Jane ?"

The CommitmentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang