|||
"Aku ingin membatalkan seluruh prosedur dokter lisa, aku tidak akan pernah mengangkat rahimku, aku tidak bisa dan maaf untuk waktu yang terbuang percuma, aku ingin pulang saja"
"Enami apa yang kau lakukan, berhenti ?! Ini tidak ada dalam pembicaraan kita sebelumnya. Dokter lisa maaf atas kekacauan ini, aku akan berbicara dengan istriku sebentar saja"
"Enami, masato tenang dan duduklah terlebih dahulu. Enami lihat aku, aku tahu beban itu sungguh berat namun yang harus kau lakukan sekarang adalah berpikir dengan tenang, kau tidak dalam kondisi emosi yang baik-baik saja dan untukmu masato, aku memang dokter namun keputusan tetap berada ditangan pasien, kami bahkan kau sebagai suami tak dapat memaksakan semuanya, itu adalah hak pasien melanjutkan prosedur atau tidak namun aku harap kalian bisa membicarakan ulang semua ini dengan kepala dingin"
"Tidak, tidak perlu ada perbincangan ulang dokter lisa, ayo lakukan operasi sesuai rencana"
"Tidak masato, aku tidak akan melakukan itu, aku mohon"
"Dan aku mohon hentikan tangisanmu enami. Aku yang memutuskan semua apa yang terbaik untukmu !"
"Terbaik untukku ? Dengan mengangkat rahimku ? Jika seperti itu justru aku merasa semakin tidak utuh menjadi seorang wanita, aku semakin tidak berharga masato !"
Tidak, untuk hal ini aku tidak dalam kapasitas berhak menyela perdebatan mereka diruang kerjaku. Pun aku tidak meninggalkan mereka, aku membiarkan sepasang suami istri yang selalu saling mendukung dalam setiap kesulitan ini berdiskusi meski dalam balutan emosi.
Sejak aku mengenal mereka dan sejak enami menjadi pasienku, selama itupun aku tidak pernah melihat masato berkeluh kesah mengenai kondisi istrinya. Dia sosok suami yang luar biasa tak pernah menunjukkan wajah penuh duka meski beberapa kali dia selalu datang padaku tanpa diketahui istrinya dan saat pertemuan kami, masato mengeluarkan seluruh isi hatinya. Aku dapat menyimpulkan jika pria ini memang sungguh mencintai istrinya dengan seluruh kondisi yang ada, aku terharu pada kisah cinta serta hidup mereka.
Terlalu banyak masa buruk yang telah mereka lewati namun luar biasanya mereka tidak pernah meninggalkan satu sama lain.
Nini, aku menemukan arti lain dari sebuah pernikahan, sepertinya aku mulai percaya kitapun bisa melakukannya, aku percaya nini, tunggu aku.
"Mengapa kau tidak pernah memahamiku masato, aku tidak ingin mengangkat rahimku. Keputusanku beberapa waktu lalu adalah karena kekecewaanku, aku belum bisa menerima keadaanku namun kini aku sadar dan dalam kesadaranku ini aku masih berharap pada sebuah keajaiban, tolong mengerti diriku masato"
"Mengapa harus selalu aku yang mengerti dirimu ? Mengapa harus selalu aku yang memahamimu enami ? Mengapa harus selalu aku ?! Justru kau yang tidak pernah memahamiku. Aku hanya ingin kau sembuh, aku tidak ingin melihatmu kesakitan karena kanker rahim sialan itu ! Aku menyayangimu enami, aku mencintaimu, aku sakit melihatmu terluka, tidak pernahkah kau memahamiku ? Aku mungkin tidak menunjukkannya dihadapanmu tapi aku terpukul dibelakang punggungmu. Kau egois enami, kau sungguh egois tidak pernah memikirkan perasaanku !"
Keajaiban memang milik Tuhan namun kami para dokter adalah kepanjangan tangan dari Tuhan dan kami diberi tugas untuk menyembuhkan apa yang sakit. Kami diberi ilmu lebih dan kami berjanji untuk menggunakannya dengan sebaik mungkin.
Aku dan pihak rumah sakit sudah berdiskusi pun menarik kesimpulan bahwa kondisi enami sudah tak mungkin untuk mempertahankan rahimnya, jaringan kanker bergerak cepat didalam tubuhnya.
Mengapa kami memutuskan untuk dilakukan histerektomi yaitu prosedur untuk mengatasi kanker rahim dengan melakukan operasi pengangkatan rahim karena enami sudah memasuki tahap kanker stadium lanjut atau sel kankernya sudah menyebar ke area diluar rahim, dia bahkan mengalami pendarahan hingga mengakibatkan anemia, pelengketan dibeberapa organ dan itu adalah kondisi cukup parah, jika tidak dilakukan histerektomi total maka akan membahayakan tubuhnya karena sel kanker akan menyebar cepat ke organ lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Commitment
RomanceKisah cinta sepasang kekasih dengan perbedaan prinsip akan sebuah pernikahan. Salah satu tak akan pernah siap dengan sebuah komitment karena tak pernah melihat kebaikan dalam sebuah pernikahan, ia kehilangan kepercayaan pada sebuah pernikahan. Prins...
