35. The Commitment - The Last home (EPL)

3.9K 232 87
                                        

|||

"MAMA, MOMMY BISAKAH DATANG KE KAMARKU ? GRANDMA DAN OPPA TIDAK PERLU. TERLEBIH T-REX, KAMARKU TIDAK BOLEH DIMASUKI SEEKOR DINOSAURUS !"

Aku, Lisa dan Gray terkikih puas mendengar Ruby meneriakan nama T-Rex begitu kencang sementara mommy dan sang pemilik panggilan T-Rex memicingkan mata, anak bungsuku berdiri ke atas kursi dan bertolak pinggang begitu kesal.

"My name is Lysander Rexton Manobal and Call me Rex, your're so noisy Ruby !"

Anak bungsuku menatap lantai dua rumah kami, lebih tepatnya dia menunjuk pintu kamar kakak keduanya begitu sebal. Rex adalah panggilan yang dia inginkan langsung permintaan dari mulutnya, dia mengumumkan pada kami 'Call me Rex' namun Ruby melihat celah untuk menggodanya, seperti itulah panggilan yang keluar dari mulut Ruby yaitu T-Rex.

"Hey your language, she is your sister"

"Sorry mama tapi noona menyebalkan dia selalu memanggilku T-Rex, i'm not a dinosaurs !"

"Itu adalah panggilan kesayangan untukmu, ayo duduk kembali, behave my cutie little dinosaurs"

"Huh mommy sama saja !"

Anak bungsuku menuruti perintah dan kembali duduk dikursinya, meski dengan dengusan sebal namun dia kembali menyantap lahap sarapannya bahkan tergesa hingga mulutnya begitu penuh dan bulat.

Ketika seseorang memiliki nama panggilan istimewa untukmu, itu salah satu tanda jika dia berkesan untukmu, itulah yang Ruby lakukan pada adiknya. Dibalik sikap mereka yang selalu bertengkar seperti tom and Jerry namun aku yakin jika Ruby begitu menyayangi her little dinosaursnya.

"Biarkan saja kakakmu itu, selesaikan sarapanmu. Our little dino tampan sekali pagi ini dan sangat rapi"

"Grandma, setiap hari aku rapi dan tampan juga wangi, aku meminta sangat banyak parfume bayi milik noona tapi keep it secret jangan sampai noona mengetahuinya"

Mommy berdecih mendengar begitu percaya diri cucu ketiganya ini.

Berbicara mengenai parfume bayi, itu menjadi aroma favorite Ruby, aku bahkan membeli parfume dengan harga tidak murah, parfume aroma khas bayi yang diinginkannya sebagai hadiah ulang tahunnya tahun lalu. Ruby akan marah jika dia mencium aroma tubuhmu little dino.

"MAMA, MOMMY IT'S EMERGENCY !"

Kembali dengan teriakan yang membuat ibuku memicingkan matanya menatap ke arah lantai dua rumah kami, terkadang Ruby dan teriakannya memang sungguh menjengkelkan.

"Anak itu selalu saja berteriak, ada apalagi dengannya Jennie, Lisa ? Mengapa dia lama sekali hanya menggunakan seragam ?"

"Dan sejak kapan dia menjadi lelet seperti ini, biar aku menyusulnya ke atas"

"Aku saja, kau habiskan sarapanmu nanti kau terlambat pergi ke rumah sakit"

"Tidak mau, nini aku ikut"

"Bawa Ruby turun, semalam dia mengatakan ingin full english breakfast, mommy sudah membuat semuanya. Katakan padanya jika sunny side up dan baked beans sudah siap"

Ruby gadis kami yang mulai beranjak dewasa, usianya sudah sebelas bahkan hampir dua belas, dia sudah memasuki Junior High school tahun ini. Ruby bersekolah ditempat yang sama dengan Gray yang sebentar lagi akan lulus dan memasuki Senior High School. Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa ketiga anakku semakin tumbuh besar dan hal yang membuatku selalu ingin tertawa adalah ibuku yang rambutnya mulai memutih namun setiap bulan dia rutin pergi ke salon bersama kami, terkadang hanya berdua dengan Ruby, untuk membuat rambutnya tetap hitam. Aku bersyukur mommy masih sangat sehat saat mulai memasuki usia senja.

The CommitmentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang