29. The Commitment - A Single Mother

1.7K 199 75
                                        


|||

📞 ada apa kau menghubungiku Jennie ?

📞 Aunty Lisa !

📞 yaa jangan berteriak, siapa disana ? Ini nomor Jennie, kau siapa ?

📞 huh ! Ini anak mommy Jennie

📞 Gray

📞 That's right

📞 aunty pikir ibumu, ada apa ? Dimana ibumu ?

📞 Mommy pingsan aunty ! Tolong datang ke kantor ibuku sekarang juga aunty

📞 Jennie pingsan ?!

📞 Yes aunty, sepertinya mommy sakit

📞 Sakit ?

📞 Aunty jangan banyak bertanya ayo cepat

📞 tunggu sebentar dimana grandma ? Dan untuk apa kau berada disana, ini sudah hampir pukul delapan malam.

📞 aku menemani mommy sejak sore tadi, aku pergi bersama grandma tapi grandma pulang lebih dulu. Tadi aku mengisi ulang tumblerku ke pantry namun saat kembali mommy sudah berbaring di sofa. Aku mengambil air untuk mommy karena dia ingin meminum obat penghilang rasa sakit, sebelumnya mommy mengatakan jika kepalanya pusing

📞 haish bagaimana ini ! Umh, hubungi rumah sakit atau nenekmu dan seharusnya kau menghubungi ayahmu Gray

📞 Ayah ? Ayahku dimana aunty ?

Yaa ! Pertanyaan macam apa itu, apa dia sedang bercanda. Tentu saja ayahmu dan mana aku tahu dimana ayahmu berada Gray ya Tuhan anak ini sama menjengkelkannya seperti Ruby ketika mereka dalam keadaan panik atau mungkin memang dia sedang cemas karena mengkhawatirkan ibunya.

Lalu apa yang harus aku lakukan, pergi menemui Jennie di kantornya ? Siapa aku untuknya dan mengapa anak ini tidak menghubungi neneknya, mengapa harus aku, haish Gray.

Ibumu bukan tanggungjawabku !

📞aunty cepat datang, aku khawatir pada mommy dan aku takut disini sendiri dan grandma sudah tidak muda kasihan jika aku memintanya datang kesini, nanti nenekku masuk angin. Aunty ! Wajah mommy pucat, nafasnya lemah. Aunty aku tak ingin mommy sakit, cepat datang kesini aunty Lisa. Sudah tidak ada siapapun dikantor aku takut, aunty aku menunggumu, bye aunty

📞 yaa gray---

"Haish anak itu mematikan sambungannya !"

Aku berlari kembali masuk kedalam rumah, meraih kunci mobil dan tasku. Biarkan Ruby disini, dia masih bermain bersama anak Joy. Ruby anakku, mama harus pergi sebentar, ada hal penting yang harus mama selesaikan, jangan nakal jadilah anak baik.

"Joy aku titip anakku"

"Apa yang terjadi, kau akan pergi ? Hey ini sudah malam"

"Darurat ! Jika terlalu larut maka biarkan Ruby menginap disini, anak itu tidak akan rewel dia anak baik terlebih jika memiliki teman. Aku akan menjemputnya besok, hanya saja tolong tepuk tepuk bokongnya menjelang tidur, terima kasih"

The CommitmentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang