|||
"Kalian tidak ingin mengatakan sesuatu ?"
"Wait lisa, diamlah ! Aku masih mencerna kehadiranmu yang tak terduga. Kau seketika muncul dengan seorang anak. Kami bahkan tak mengetahui jika kau akhirnya memutuskan untuk memiliki kehidupan baru seperti ini. Kau sebenarnya menikah atau tidak ?!"
"Jangan memarahi mamaku aunty Rosie !"
"Haish kami tidak akan memarahi ibumu tanpa alasan, kau sudah seperti bodyguard ibumu saja, galak sekali dan kau Joy, kau sudah mengetahui semua ini, kau menyembunyikan banyak hal tentang Lisa dari kami, kau ternyata sudah mengenal anak itu ?!"
"Aku pun sempat kesal pada Lisa karena dia memblokirku namun pada akhirnya aku menyerah dan membiarkan Lisa dengan keinginanya. Kami sempat putus berkomunikasi dan aku tak memberikan kabar terbaru apapun, biarkan dia dengan seluruh keras kepalanya, mungkin suatu hari nanti dia akan mengetahui sendiri apa saja yang sudah terjadi selama ini"
"Tetap saja seharusnya kau mengatakan mengenai anaknya ini pada kami Joy !"
"Namaku Ruby dan juga jangan memarahi aunty Joy, aunty Jisoo !"
Aku hanya menggulum tawa duduk santai disofa ruang praktik Joy. Aku tak akan berlari, aku cukup lelah menutup diri. Anakku semakin besar dan harus mengetahui anggota keluarga lain dari diriku. Walau bagaimanapun Jisoo adalah satu-satunya kerabat terdekatku selain ibuku yang sudah memiliki keluarga baru dan kembali ke Thailand.
Lihatlah kedua pasang mata terperanga menghadapi keberanian sosok kecil dihadapannya. Ruby duduk diantara aku dan Joy dengan kedua tangan terlipat didada pun memajukan wajah membalas apa yang kini dilakukan Jisoo dan rosie dengan tatapan mematikannya. Keduanya meneliti Ruby dari ujung kaki hingga ujung kepala, aku yakin mereka mencurigai beberapa ciri fisik anakku karena Ruby mengingatkan mereka pada seseorang.
Beberapa tahun terlewati, aku hilang bak ditelan bumi lalu kini kembali membawa versi mini dari diriku, mereka sungguh tak percaya dan tak ada yang mengetahui apakah Ruby benar-benar anak kandungku atau hanya adopsi, mereka mengetahui seperti apa diriku yang tidak mungkin tertarik dengan seorang pria namun aku tak perduli, aku tetap tersenyum bangga memperkenalkan Ruby pada mereka, Ruby adalah gemasku satu dan selamanya.
"Baiklah aku serius sekarang Lisa, aku merasa buruk sebagai sepupu karena tak mengetahui apapun mengenai hal ini selama 7 tahun lebih lamanya, kau bahkan tak memberikan alamat tempat tinggalmu di LA. Aku butuh penjelasan, bagaimana bisa kau memiliki kehidupan seperti ini ? Maksudku ini kabar yang sangat baik but how can ?"
Aku memahami keseriusan mereka, tentu aku harus menjelaskan namun jika dihadapan Ruby maka ini belum waktunya. Ada hal besar yang menjadi rahasia diantara aku dan Joy, ini mengenai Ruby.
"Ruby, bermainlah disana, gunakan tab aunty Joy, tonton film kartun kesukaanmu"
"Bolehkah aunty Joy ?"
"Lakukan apapun, tab itu milikmu tapi hanya untuk saat ini ok ?"
"Yeay thank you. Mama jangan mengganggu jangan memanggilku karena Ruby akan sibuk untuk beberapa waktu kedepan, aku akan duduk disana menonton kartun dan menjadi dokter Ruby. Aunty Jisoo, aunty Rosie, bye !"
"Yaa, anak itu---"
"Sudah biarkan saja jangan mendebatnya jika kau tak ingin mendengar ocehannya"
"Yaa, dia menjulurkan lidahnya padaku dan Rosie. Lisa anakmu itu benar-benar, jika bukan keponakanku sudah kutarik mulutnya itu"
Aku dan Joy hanya mampu tertawa melihat respon sepasang istri dihadapan kami. Ya, sepasang istri karena 2 tahun lalu Jisoo dan Rosie pada akhirnya resmi menikah. Aku sempat tak mempercayainya walau bagaimanapun Rosie pernah menikah dengan seorang pria, pria yang kini menjadi pendamping hidup masa laluku.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Commitment
RomanceKisah cinta sepasang kekasih dengan perbedaan prinsip akan sebuah pernikahan. Salah satu tak akan pernah siap dengan sebuah komitment karena tak pernah melihat kebaikan dalam sebuah pernikahan, ia kehilangan kepercayaan pada sebuah pernikahan. Prins...
