|||
"Honey berhenti dengarkan aku terlebih dahulu"
"Kau yang berhenti ditempatmu, tinggalkan aku sendiri lisa !"
"Aku tidak ingin bertengkar nini, ayo bicara"
"No ! Apa yang kudengar sudah cukup jelas lisa. Sebuah hal percuma aku memberikan kesempatan pada hubungan kita, kau tetap dengan pendirianmu. Kau menginginkanku hanya untuk mengisi egomu, kau tidak menginginkanku untuk menghabiskan sisa hidup bersamamu"
"Tidak tidak kau salah paham, tidak seperti itu jennie"
"Kau pikir kau bisa memaksaku untuk melakukan program kehamilan itu ? JAWABANNYA TIDAK LISA ! Kau bahkan tertawa lepas dengan teman-teman doktermu membahas sebuah pernikahan yang menurut kalian tidak penting, kalian dan perbincangan tadi sungguh bodoh. Kau sudah dewasa lisa, kupikir keputusan tidak menikah hanya karena background keluarga namun ternyata lingkungan yang mempengaruhimu selama ini, aku tak percaya kau tak memiliki filtrasi diri"
"Dengarkan aku terlebih dahulu nini, aku tidak mendengarkan setiap ucapan mereka, kami hanya berbincang biasa"
"Kau yang dengarkan aku ! Kau pikir pembahasan pernikahan adalah sebuah lelucon. Kau pikir dengan memaksaku melakukan program maka semua akan selesai dan aku akan menerima kehidupan kita tanpa pernikahan ? Tidak lisa. Jika teman-temanmu meremehkan sebuah pernikahan maka aku tidak perduli, yang aku perdulikan adalah kau lisa, kekasihku. Seseorang yang aku harapkan menjadi orang terakhir dihidupku, sebaiknya kita selesaikan semuanya sekarang lisa"
"Oh Tuhan, tidak ! Aku tidak menyukai kalimatmu itu, nini kami hanya berbincang mengenai sebuah pernikahan dan untuk pembahasan program kehamilan. Baiklah maafkan mereka nini mereka hanya bercanda"
"Bercanda ? Seharusnya kalian bercermin pada usia, itu bukan hal yang pantas untuk dijadikan bahan lelucon. Aku masih mengingat kalimat kurang ajar mereka lisa. Mereka mengatakan, paksa saja kekasihmu melakukan program dan jika tak berhasil bius saja kekasihmu bawa ke lab dan lakukan semua. Saat terbangun dan benih itu sudah tertanam maka dia tak bisa berbuat apapun, itulah kalimat terbodoh yang keluar dari mulut seorang dokter, kalian mengerikan"
Itulah yang terjadi setelah jennie secara tak sengaja mendengar perbincangan lisa bersama beberapa teman sejawatnya didalam ruang praktek lisa. Jennie ingin pulang bersama kekasihnya setelah selesai dengan pekerjaanya, ia dengan sengaja datang kerumah sakit menemui lisa namun baru saja jennie berdiri didepan pintu ruangan lisa, ia mendengar gelak tawa beberapa orang didalam.
Jennie semakin geram ketika mendengar jelas apa yang sedang mereka bicarakan, jennie bahkan membuka sedikit pintu hanya untuk memastikan jika lisa ada didalamya, benar saja dari celah pintu jennie melihat lisa duduk dan berbincang santai bersama beberapa teman sejawat pun suster.
Jennie tak bisa memaafkan sikap lisa yang tidak menyanggah sedikitpun seluruh saran serta ucapan mereka mengenai pernikahan. Jennie mendapati kenyataan jika ternyata lisa berada dalam lingkungan pertemanan yang menyepelekan sebuah pernikahan. Jennie merasa tertipu, selama ini ia mengira jika lisa masih bergelut dengan masa lalu dan background keluarga yang tidak harmonis namun nyatanya banyak faktor yang mempengaruhi lisa, ini adalah salah satunya.
Jennie mendengar jelas seluruh perbincangan bodoh mereka hingga ia membuka paksa pintu ruangan dan semua orang didalam terdiam. Jennie dan lisa kembali dalam pertengkaran hingga detik ini mereka berada dikediaman keduanya.
"Nini aku tidak menyanggah bukan berarti aku membenarkan, aku sama sekali tidak menyetujui ucapan mereka dan aku tidak akan pernah memaksamu, aku tidak akan melakukan hal tersebut"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Commitment
RomansaKisah cinta sepasang kekasih dengan perbedaan prinsip akan sebuah pernikahan. Salah satu tak akan pernah siap dengan sebuah komitment karena tak pernah melihat kebaikan dalam sebuah pernikahan, ia kehilangan kepercayaan pada sebuah pernikahan. Prins...
