20. The Commitment - A good and bad news

1.6K 170 112
                                        

|||


Beginikah rasanya ? Aku memiliki satu waktu dengan perasaan yang begitu berbunga, ini adalah definisi bahagia dalam versi lain. Bahagia yang teramat sangat berbeda. Selama 6 bulan pernikahan atau mungkin seumur hidupku, ini adalah kebahagiaan pertamaku yang berbeda, aku tak bisa mendeskripsikannya bahkan dengan untaian kata karena ini adalah salah satu impianku yang terwujud.

Aku sampai disebuah rumah sakit, tempat dimana ia bertugas namun untuk beberapa kali kedatanganku kerumah sakit ini, kami tak memiliki niat untuk bertemu karena memang lebih baik kami tidak saling bertemu jika itu hanya akan menyakitinya lebih dalam. Aku sama sekali tidak menghindarinya, aku sempat bertemu dengannya disini satu kali dan untuk pertama kali setelah hari pernikahanku. Aku melempar senyum, dia membalasnya namun dalam sekejap mata dia memalingkan pandangannya dariku. Kami berusaha keras saling melupakan dan semoga setelah kabar baik ini, keresahan hatiku tentangnya menghilang perlahan. Memulai kehidupan baru adalah tujuanku, aku tak ingin egois memikirkan perasaanku, aku butuh ketenangan hati serta pikiran karena ada jiwa lain yang membutuhkan kedamaian setelah ini.

"Maaf menunggu lama Jennie"

"It's fine joy, dokter hebat sepertimu pasti sangat sibuk"

Bukan meja sidang dimana aku duduk tegang. Sebaliknya, aku tak henti mengembangkan tawa bahagia yang berbeda dihadapan meja praktek seorang dokter kandungan. Joy bahkan ikut tersenyum lebar mungkin melihat wajahku yang lebih berseri kali ini.

"Pertemuan kali ini kau terlihat sungguh berbeda, aku akan berbahagia untukmu apapun alasan kebahagiaanmu itu Jennie"

"Terima kasih joy, sebenarnya aku ingin menunjukkan sesuatu dan aku ingin kau melakukan pemeriksaan padaku secara jelas, pastikan jika hasil ini adalah benar, lihatlah apa yang kubawa joy"

"Oh my god, jennie !"

Garis dua selalu membawa kebahagiaan pun keterkejutan berbeda, inilah definisi bahagia baru yang kurasakan seumur hidupku, bahagia ini satu tingkat diatas kebahagiaanku dulu bersama kekasihku satu dan selamanya. Joy bahkan menutup mulut dengan satu tangannya melihat jelas garis dua pada testpack yang kubawa.

"What a good news jennie ! Dengar, test pack memiliki tingkat akurasi sebesar 99 persen, selamat untuk kehamilanmu tapi kau yakin masih membutuhkanku ?"

"Aku membutuhkan surat keterangan serta bukti lain Joy, aku tidak ingin penasaran hanya karena hasil test pack, aku ingin hasil yang lebih akurat"

Kebahagiaan versi kehamilan selalu menyebar membuat semua orang merasakan suka cita. Lisa, apa kau bisa merasakan kebahagiaan yang sama denganku ?

Seandainya saja...

Lisa, aku ingin menikmati waktuku, aku tak ingin berandai tentangmu namun kau hadir sendiri mengetuk dalam pintu mimpiku tanpa diduga.

"Baiklah jennie, aku butuh sample urinemu kembali, masukkan kedalam tabung ini, setelah itu kita lakukan USG, sekarang pergilah ke toilet"

Mommy dan Fai pasti senang mendengar kabar kehamilanku. Semoga dengan ini hubungan mommy dan Fai terjalin lebih baik meski sebelumnya jauh dari harapan. Ibuku bersikap biasa saja, aku tahu dia tidak antusias dengan kehadiran Fai. Aku tahu mommy menerima Fai hanya karena menghargai keputusanku.

Fai memintaku untuk mengurangi kegiatanku sebagai pengacara dan ya aku menurutinya, aku mengurangi beberapa kasus yang seharusnya kutangani dan karena Fai seringkali melakukan perjalanan bisnis keluar kota bahkan luar negeri maka dari itu aku lebih sering menginap atau bahkan bisa dikatakan aku masih tinggal dirumah mommy meski kami memiliki rumah sendiri.

The CommitmentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang