|||
"Oh Tuhan akhirnya kita bisa bertemu, maaf aku baru memiliki waktu untuk terbang kesini"
"It's fine, have a sit please. Senang akhirnya bisa bertemu langsung denganmu rosie"
"Thank you dan maaf merepotkanmu dengan seluruh pesanku selama ini jisoo, aku pasti terdengar cerewet bukan ?"
Sikap jisoo terlalu gentle jika ia hanya berperan sebagai pengacara. Tersenyum lebar, berdiri dari duduknya menarik kursi serta mempersilahkan client duduk bukanlah tugas utamanya.
Cukup lama mereka bertukar pesan ternyata kesan pertemuan pertama memang begitu berpengaruh untuknya, jisoo tak henti melebarkan kedua sudut bibir hanya untuk client istimewanya. Ia tak pernah bersemangat jika mengurus perceraian namun tidak kali ini.
"Biar aku menilai seberapa cerewet clientku saat bertemu langsung. Kita bicara santai saja rosie, pesanlah apapun"
"Terima kasih tapi aku hanya ingin kopi saja"
Jisoo tak henti memperhatikan setiap sikap rosie, bahkan saat sang client membuka buku menu, menyentuh dagu dengan jari telunjuk saat rosie sibuk memilih kopi incarannya, saat rosie memanggil pelayan pun saat rosie mengatakan pesanannya, pemandangan tersebut sungguh mengalihkan dunianya.
Terpesona pada pandangan pertama meski bukan perbincangan pertama mereka.
"Baiklah aku akan langsung pada poin pertemuan kita"
"Yes please, seharusnya ini akan mudah bukan jisoo ?"
"Benar, namun aku ingin memastikan jika kedua belah pihak benar-benar sepakat untuk bercerai. Pihak pertama penggugat atas nama Roseanne Park Kinsey dan Pihak kedua tergugat atas nama Lucius F Kinsey"
"Jisoo namaku---"
"Kau masih istri sah suamimu, tenang saja aku akan membebaskan namamu. Apa nama calon mantan suamimu memang sesuai tanda pengenalnya rosie, hanya F ?"
"Dia lebih suka namanya tertulis seperti itu sesuai tanda pengenal dan sesuai data kelahirannya, itu tak berubah sejak dia kecil. Kau membutuhkan nama lengkapnya ? F adalah----"
"Tidak perlu, aku melaporkan sesuai yang kau berikan saja"
Jisoo membuka lembaran berkas gugatan, membaca teliti setiap poin hal yang menjadi alasan rosie ingin bercerai dengan suaminya.
Pernikahan memang mudah namun perceraian cukup rumit karena bukan hanya sekedar pengaduan atau penyerahan bukti perkara. Hakim bisa memutuskan pembatalan perceraian jika alasan bahkan jauh dari kata masuk akal.
"Begini rosie saat sidang nanti jika kalian memang sudah memutuskan untuk bercerai, ada beberapa alasan yang paling mudah diterima dan kemungkinan akan dikabulkan hakim"
"Seperti ?"
Jisoo menggeserkan kursi lebih dekat pada rosie, naluri itu muncul secara tak terduga. Semua berawal dari ketertarikan saat rosie mengirim pesan padanya. Sejak saat itu ia bertekad untuk mempermudah proses perceraian rosie karena jisoo memiliki tujuan dibaliknya.
Dan rosie adalah tujuannya.
"Alasan ini terdapat dalam undang-undang pernikahan yaitu sering terjadi perselisihan serta pertengkaran dan tidak ada harapan untuk hidup rukun dalam rumah tangga. Penyebab alasan tersebut bisa terjadi karena, faktor ekonomi, perselingkuhan, campur tangan orangtua, kekerasan dalam rumah tangga, perjudian dan lain-lain. Namun alasan perceraian tersebut harus dibuktikan dengan telah pisah rumah selama minimal 6 bulan"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Commitment
RomanceKisah cinta sepasang kekasih dengan perbedaan prinsip akan sebuah pernikahan. Salah satu tak akan pernah siap dengan sebuah komitment karena tak pernah melihat kebaikan dalam sebuah pernikahan, ia kehilangan kepercayaan pada sebuah pernikahan. Prins...
